Waduh, Puluhan Siswa SMPN 25 Mendadak Kesurupan

  • 2017-09-26 penulis : Dewi Yuhana
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3841
Waduh, Puluhan Siswa SMPN 25 Mendadak Kesurupan Puluhan Siswa SPMN 25 Malang ini yang Selasa pagi tadi (26/9/2017) mendadak kesurupan.

MALANG – Puluhan siswa SMPN 25, Malang kesurupan massal (26/9/2017). Peristiwa ini terjadi pagi di jam pertama setelah kegiatan istoghotsah dan berdoa bersama. Tanpa sebab, mendadak satu siswa kelas VII B berteriak histeris dan kejang-kejang.

Dalam waktu yang tidak lama dan belum juga guru mampu menenangkan siswa bersangkutan, kesurupan sudah menular ke siswa yang lain. Hampir semua siswa di dalam kelas kesurupan. Dari total 35 siswa, hanya lima saja yang tidak kesurupan.

Menurut Ratna Ayu , salah satu siswa kelas VII C,   rutinitas berdoa bersama. Proses pembelajaran berjalan seperti biasa.

Sekitar pukul 07.30 ia mendengar suara teriakan histeris dari kelas VII B yang ada di ruang sebelah.

Selang beberapa menit, guru yang mengajar di kelasnya menengok kelas sebelah. Begitu tahu, siswi tersebut tidak bisa dikendalikan, sang guru di kelas Ratna pun turut membantu menenangkan.

Tidak lama kemudian, lanjut Ratna, hampir seluruh siswa di kelas VII B berteriak histeris.

 “Kami satu kelas 35 siswa, dan hanya tersisa lima perempuan saja di satu kelas yang tidak kesurupan. Saya dan kelima siswa yang tidak kesurupan dari kelas VII B, merapat ke pinggir, karena kami takut,” kata siswi asal Karangploso itu.

Selain kelas VII-B, tidak lama, beberapa siswa kelas VII A dan VII C  juga kesurupan. Selanjutnya merembet ke siswa kelas VIII dan IX juga ikut kesurupan. Bahkan, siswa kelas VIII berlarian ke lapangan sambil berteriak-teriak.

Wakil Kepala Sekolah Rosna Ernawati mengatakan, siswa yang berkeliaran dan berlarian di halaman agak sulit untuk ditenangkan dan dikondisikan.

“Siswa kelas VIII yang berlarian ke halaman. Ada juga yang sambil menunjuk-nunjuk ke ruang kelas tidak mau digiring ke belakang,” kata Rosna.

Sekitar 10 menit, siswa yang berlarian di halaman bisa ditenangkan. Setelah semuanya ditenangkan di gazebo belakang sekolah, beberapa saat kemudian, seorang ustadz datang ke sekolah untuk memberikan

Berita Terkait

Baca Juga