Difteri Serang Dua Sekolah di Kota Malang

  • 2017-10-16 penulis : rosi
  • dibaca :2975
Difteri Serang Dua Sekolah di Kota Malang Seluruh siswa, guru dan karyawan SMAN 3 Malang memakai masker selama berada di lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan karena ada warga sekolah yang positif difteri. (Ipunk Purwanto/Malang Post)

MALANG–Difteri menyerang dua sekolah di Kota Malang. Di SMAN 3 Malang, sebanyak enam siswa yang dikabarkan positif difteri. Satu diantaranya positif sebagai carrier. Sementara di SD Muhammadiyah 9, ada enam siswa dan satu guru yang positif difteri.

Pantauan Malang Post (induk Klikapa.com) di SMAN 3 Malang, kemarin, seluruh warga sekolah mulai dari guru, siswa hingga karyawan memakai masker selama berada di lingkungan sekolah.

Humas SMAN 3 Drs. Basuki, APP, M.Pd menuturkan, kejadian ini diketahui pada 12 Oktober lalu. Diawali dengan adanya satu siswa yang positif difteri sebagai carrier.

“Anaknya sudah ditangani, dan siswa satu kelas dengan anak tersebut juga sudah di swab. Kami masih menunggu hasil dari Lab Mikrobiologi FK Universitas Brawijaya," jelas Basuki ketika ditemui di sekolahnya.

Ia menceritakan kronologisnya, ketika ada salah satu siswa yang didiagnosa difteri sebagai carrier, karena orang tuanya dokter kemudian menyarankan swab pemeriksaan satu kelas yang berjumlah 30 orang. Hasilnya masih ditunggu sekolah.

Sekolah kemarin juga melakukan rapat koordinasi dalam upaya pencegahan agar virus tersebut tidak meluas. Yang terpenting, lanjut dia, ingin memberitahukan kepada orangtua untuk mempercayakan semuanya kepada pihak sekolah.

Ia mencoba meyakinkan pihak sekolah akan melakukan upaya terbaik untuk mencegah menyebarnya virus ini. Selain itu mereka juga akan menawarkan ke walimurid akan ada swab keseluruhan.

"Sebab biayanya kan mandiri. Jadi akan disampaikan ke walimurid dulu," papar dia.

Terpisah, di SD Muhammadiyah 9, tujuh warga sekolah yang positif difteri saat ini dilarang ke sekolah.

“Betul, ada enam siswa dan satu guru. Saat ini mereka kami liburkan,” terang Sony Darmawan, Kepala SD Muhammadiyah 9.

Sonny menjelaskan, kejadian ini berawal dari orang tua siswa yang sakit difteri dan opname. Kemudian pihaknya melaporkan kepada Puskesmas Rampal Celaket agar melakukan pemeriksaan di sekolah.

"Sekolah mengambil langkah mengundang orang

Berita Terkait

Baca Juga