Mahasiswa Unisma Tewas di Rumah Teman, Katanya karena Penyakit Epilepsi | Berita Hari ini

Mahasiswa Unisma Tewas di Rumah Teman, Katanya karena Penyakit Epilepsi

  • 2017-10-24 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2178
Mahasiswa Unisma Tewas di Rumah Teman, Katanya karena Penyakit Epilepsi ilustrasi meninggal

MALANG - Nahasnya pemuda ini. Ia ditemukan sudah menjadi mayat di dalam kamar di rumah temannya di Dusun Kanigoro, RT 05 RW 08, Desa Tirtomoyo, Pakis, Kabupaten Malang, Senin (23/10/2017) sekitar pukul 18.30. WIB. Korban dikenali Muhammad Ibrahim, 21. Diduga ia tewas setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.

Menurut Kapolsek Pakis, AKP Hartono S, kejadian bermula saat korban bermain dan menginap di rumah Gumilar Tegar,  temannya. Korban yang dikenal salah seorang mahasiswa Unisma jurusan PAI semester 5. Ia berasal dari Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Sebalumnya, lanjut dia, korban datang sendiri menggunakan sepeda motor. Korban pun sempat berbincang dengan kedua temannya, Gumilar dan Moch. Ainul Yakin. Mereka bahkan sempat makan nasi goreng.

"Setelah makan, barulah korban mengeluh sakit perut kepada dua temannya. Namun karena dianggap sakit perut biasa, korban sekitar pukul 02.00 WIB pamit tidur di kursi ruang tamu," terangnya.

Baru pagi hari, Gumilar membangunkan korban sekitar jam 07.00 WIB. Maksudnya agar pindah di kamarnya. Gumilar akan berangkat kuliah. Tetapi setelah pulang kuliah sekitar jam 16.00 WIB, Gumilar mendatangi korban dan melihat korban masih dalam posisi tidur terlentang di kamar.

"Saat itulah Gumilar mendapati korban. Dilihatnya mulut korban mengeluarkan busa. Saat itu korban hanya menggunakan celana pendek warna krem, tanpa memakai baju. Tubuhnya juga keadaan kaku dan tidak bernafas," ungkapnya.

Mengetahui itu, Gumilar segera menghubungi Moch. Ainul via telpon sekitar jam 18.30 WIB dan datang jam 20.00 WIB.Maksudnya untuk meminta bantuan dan memberitahukan kepada Kepala Desa Tirtomoyo dan Polisi.

"Dari pemeriksaan, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan. Dugaannya korban menderita penyakit epilepsi. Namu kami masih menangani kasusnya. Meski saat ini korban juga sudah dipulangkan ke tempat asalnya,'' tuturnya. (eri)

Berita Terkait

Baca Juga