Buku Kuno 105 Tahun sebutkan Malang Pernah Menjadi Peradaban Seni Tersohor

  • 2017-10-28 penulis : bagus
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3868
Buku Kuno 105 Tahun sebutkan Malang Pernah Menjadi Peradaban Seni Tersohor Lusiana Limono ( kanan) saat menjadi pemateri dalam bedah buku di ruang pamer Seni Rupa IKJ.

Nasional Franseda, Lucky Wijayanti dosen senior Institut Kesenian (IKJ) Jakarta.

“Jadi J.E. Jasper  dan Mas Pirngadie tahun 1904 - 1912 berkolaborasi membuat pemetaan kriya di Nusantara yg ditugaskan oleh pemerintah Hindia Belanda kala itu,” ujar Lusiana kepada Malang Post (induk klikapa.com).

Dia melanjutkan, konon ada tujuh buku. Namun yang dua belum ketemu naskahnya. Jadi ada lima buku yang diterbitkan dalam bahasa Belanda. 105 tahun lalu, terbit perdana pada tahun 1912. Dekranas merasa buku ini penting. Sehingga diterjemahkan dalam bahasa Indonesia supaya bisa diakses oleh anak zaman sekarang.

“Menurut Prof. Naniek, buku ini adalah "buku babon", bukunya bagus dan detail sekali,” tegas alumni Seni Rupa IKJ ini.
Yang hadir dalam bedah buku itu, ada juga darih pihak Dekranas, Kepala Prodi Seni Rupa IKJ, datang juga perwakilan Keluarga Pirngadie. Buku tersebut membuka wawasan, memberikan informasi dan pengetahuan yang sebesar-besarnya mengenai Seni Kriya Nusantara yang paling menyeluruh.

Judul aslinya 'De Inlandsche Kunstnijverheid In Nederlandsch Indie'. Di dalamnya berisi ragam kriya Nusantara semasa pemerintahan kolonial Belanda. Dipaparkan pula bahan-bahan lokal, teknik, alat, metode pengerjaan, hingga data-data perdagangan yang terkait. Lima jilid buku antara lain, jilid 1 mengenai anyaman, ‎jilid 2 mengenai tenun, ‎jilid 3 mengenai batik, ‎jilid 4 kerajinan emas dan perak dan ‎jilid 5 tentang kerajinan logam tidak mulia.(ary)

 

Berita Terkait

Baca Juga