Delapan Blandong Mahoni Ditangkap

  • 2017-11-03 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2084
Delapan Blandong Mahoni Ditangkap Beberapa kayu Mahoni hasil curian diamankan dari delapan pelaku penebangan pohon hutan.

MALANG- Unit Reskrim Polsek Pakisaji mengamankan delapan orang pelaku penebangan pohon jenis Mahoni, Kamis (2/11/2017). Mereka diamankan setelah menebang sebatang pohon di Petak 182 H Kawasan Hutan Produksi, Desa Jatisari, Pakisaji, Kabupaten Malang.

Sedianya kayu hasil curian itu akan dibawa ke wilayah Blitar, untuk dijual.

“Seluruh pelaku dan kasusnya langsung kami serahkan ke Polres Malang. Kami hanya sekadar mengamankannya saja,” ungkap Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda Sigit Kurniawan. Jumat (3/11/2017).

Delapan orang yang diamankan itu, enam orang, Misenan, 45, Kusenan, 50, Mulud, 40, Jaman, 40, Slamet, 50 serta Wahyudi, 45, warga Desa Wadung, Pakisaji. Sedangkan Tarmuji, 45, warga Desa Babadan, Ngajum, Suyanto, 38, warga asal Iring Mulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Lampung.

“Barang bukti yang kami amankan adalah sebatang pohon Mahoni, yang sudah dipotong-potong menjadi sembilan gelondong. Termasuk gergaji mesin yang menjadi alat untuk menebang pohon,” jelasnya.

Informasi yang diperoleh, Rabu lalu delapan pelaku ini melakukan penebangan pohon Mahoni. Setelah terpotong menjadi sembilan bagian, kayu kemudian dititipkan di perkarangan rumah milik salah satu warga Desa Wadung.

Kayu itu akan digergaji menjadi beberapa bagian. Namun karena pemilik rumah tersebut curiga kalau kayu itu hasil curian, saksi menolak memotongkan kayu dengan alasan gergajinya rusak. Selanjutnya saksi memberitahu ke perangkat desa, perihal keberadaan kayu tersebut.

Setelah dicek, ternyata kayu Mahoni itu diambil dari dalam hutan. Kasus tersebut, kemudian diteruskan dengan melaporkan ke petugas Polsek Pakisaji. Berdasarkan laporan itulah, polisi langsung memanggil delapan orang itu dan mengamankannya.

Dihadapan polisi, mereka mengelak tidak mencuri. Dikatakannya bahwa kayu tersebut bukan milik negara, melainkan milik rakyat. Mereka juga menegaskan mendapat surat tugas sebuah lembaga, yang dikeluarkan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Palapa Saksi Nusantara Pemersatu Bangsa.

“Lembaga apa itu, saya tidak paham. Namun mereka mengatakan kalau kayu rencananya akan dibawa ke Blitar,” tuturnya.

Kasatreskrim Polres

Berita Terkait

Baca Juga