Dua Pegawai BPN Malang Resmi Tersangka Pungli

  • 2017-11-03 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2149
Dua Pegawai BPN Malang Resmi Tersangka Pungli Kapolres Makota AKBP Hoiruddin Hasibuan dan Kasatreskrim AKP Ambuka Yudha saat memberi keterangan kasus dugaan pungli BPN Kota Malang.(ipunk)

MALANG – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polri menetapkan dua pegawai BPN Kota Malang, Agus Prasmono dan Bekti Anistama Rianingtyas sebagai tersangka kasus dugaan pungli. Mereka mengakui telah menerima uang dari salah seorang Notaris Dinar Fatmawati Risantoso SH M.Kn sejumlah Rp 5 juta.

Agus dan Anis diduga memakai wewenangnya dalam urusan Izin Perubahan Pengunaan Tanah (IPPT) untuk meminta uang.

“Sudah menjadi tersangka sehingga kita lakukan penahanan. Inisial AN Kasubsi PTKT yang berperan aktif dan AG Kasi PPT. Status pelapor inisial D adalah saksi korban. Termasuk saksi korban. Kita sudah periksa tujuh orang saksi,” jelas Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, Jumat (3/11/2017).

Barang bukti yang disita, kuitansi penerimaan uang, dua handphone serta uang Rp 5 juta pecahan seratus ribuan dan dokumen IPPT yang menjadi barang bukti utama. Agus adalah Kasi Penataan Pertanahan, sedangkan Anis Kasubsi Penatagunaan Tanah dan Kawasan Tertentu.

Tugas mereka adalah mengurus alih fungsi lahan. Saksi korban hendak mengurus alih fungsi lahan sawah menjadi lahan perumahan, seluas 1,3 hektare di salah satu kawasan Kota Malang. Demi melancarkan proses alih fungsi ini, para tersangka meminta uang pelicin dari saksi korban.

“Kemudian ada permintaan sejumlah uang di luar aturan dan regulasi resmi,” ungkap Hoiruddin.


Saksi korban berharap IPPT bisa segera diterima dengan memberikan uang ‘pelicin’ kepada kedua tersangka. Hanya saja, keinginan saksi korban untuk segera menerima IPPT tidak sejalan dengan niat dari kedua tersangka.


Berkas Dinar tidak kunjung keluar. Dari keterangan polisi, Dinar bahkan sampai melakukan pengecekan selesainya pemberkasan IPPT dan diketahui sudah finish pada 16 Juni 2017 lalu. Tapi, sampai pelaksanaan penangkapan di kantor BPN Kota Malang 2 November lalu, Dinar belum menerima berkas IPPT itu.


“Saat hari H penangkapan, dilaksanakan sesuai permintaan,

Berita Terkait

Baca Juga