Kemendikbud Mencari TKP Video Kekerasan Pada Pelajar di Sekolah yang Viral | Berita Hari ini

Kemendikbud Mencari TKP Video Kekerasan Pada Pelajar di Sekolah yang Viral

  • 2017-11-06 penulis : bagus
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2331
Kemendikbud Mencari TKP Video Kekerasan Pada Pelajar di Sekolah yang Viral Kekerasan terhadap siswa di dalam kelas yang menjadi viral terakhir ini.(netizen)

JAKARTA-Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengklarifikasi bahwa video kekerasan di kelas yang menjadi viral beberapa hari belakangan bukan kejadian yang ada di SMPN 10 Pangkal Pinang.

"Kejadian di Pangkal Pinang itu kejadian lain yang terjadi sebulan lalu. Tidak merujuk pada video yang viral di mana-mana. Ada indikasi video yang viral kejadian di kota Pontianak," katanya saat ditemui di kantor Kemendikbud  (6/11/2017).

Hamid menjelaskan, pihaknya sudah menugaskan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di Kalimantan Barat untuk berkoordinasi dengan dinas setelempat untuk mencari tahu lokasi kejadiannya.

 "Kami masih mencari sekolahnya di mana," ucap Hamid.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi awal, diketahui pelakunya bukan seorang guru seperti yang diberitakan. Melainkan orang tua yang putrinya dicabuli oleh korban pemukulan.

"Tapi, informasi awal ini masih perlu dikonfirmasi. Kami terus melakukan koordinasi untuk mendapatkan konfirmasi mengenai hal tersebut," terang dia.

Sementara, Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan bahwa Polri menilai tindakan yang dilakukan oleh tenaga pendidik itu patut dibawa ke ranah hukum.

”Bagi Polri, perbuatan seperti itu ya harus dipidana,” ungkap dia ketika diwawancarai di kantor Divhumas Polri, Senin (6/11/2017).

Tujuannya agar hal serupa tidak terulang. Juga sebagai salah satu langkah untuk menimbulkan efek jera terhadap tenaga pendidik yang masih berani main tangan. Sebab, itu tidak dibenarkan dalam aturan.

”Itu kan mencoreng dunia belajar mengajar,” tegas pria yang akrab dipanggil Martin itu.

Dia menilai, proses belajar mengajar tidak seharusnya dilakukan dengan kekerasan. Karena itu, Martin tegas menyampaikan bahwa tenaga pengajar dalam video tersebut layak dipidana.

Dia memastikan, proses hukum pasti ditindaklanjuti oleh Polri. Namun demikian, mereka tidak ingin melangkahi instansi lain yang punya peran lebih mengurus persoalan tersebut. ”Yang lebih berperan penting di sini adalah Kemendikbud,” imbuhnya. (and/syn/jun/jpg/ary)

Berita Terkait

Baca Juga