Presiden Bantah Minta Cabut Pembekuan PSSI | Berita Terbaru Hari ini

Close

Presiden Bantah Minta Cabut Pembekuan PSSI

Presiden Bantah Minta Cabut Pembekuan PSSI Presiden Jokowi dan Johan Budi

Para insan sepak bola harap menunda dulu rasa senangnya, karena Presiden Jokowi memberikan klarifikasi soal pencabutan pembekuan PSSI. Dengan kata lain, PSSI bisa jadi tidak akan bisa aktif lagi dalam waktu dekat ini, karena perlu pengkajian mendalam. Presiden Jokowi mengklarifikasi permintaan  pembekuan pada PSSI segera dicabut diklarifikasi oleh pihak istana. Masalah itu tetap menjadi urusan Menpora.

"Pada saat pertemuan kemarin, Presiden akan mengkaji  sanksi yang diberikan kepada PSSI, dan untuk itu Menpora diminta untuk melihat, mengevaluasi, mempertimbangkan, apakah sekarang sudah waktunya (dicabut) atau belum. Itu yang dilaporkan ke presiden," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Agung di Istana Presiden, Kamis (25/2/2016) sore.

"Sekali lagi, kewenangan itu ada pada Menpora. Jadi, apa yang menjadi hasil kajian dan berbagai pertimbangan, termasuk semakin dekatnya persiapan Asian Games (2018), dan bahwa kompetisi juga harus berjalan, dan hubungan kita dengan FIFA, dan hal lain itu, juga harus menjadi bahan kajian."

Mengenai tenggat waktu, Pramono mengatakan bahwa Menpora-lah yang akan menentukan.  "Itu urusan Menpora. Yang jelas, hal-hal yang terlalu lama berlarut-larut tidaklah baik. Artinya, harus ada jalan keluar dan diselesaikan," ucap Pramono.

Hal senada disampaikan Juru Bicara Presiden, Johan Budi. Presiden ingin melihat perkembangan sepak bola sejak PSSI dibekukan sekitar 10 bulan yang lalu, karena urusan ini bahkan sudah masuk proses hukum. "Ada beberapa pertimbangan. Pertama, tanggal 26 (Februari) itu batas (pengkajian). Kedua, gugatan masih di MA (Mahkamah Agung). Ketiga, persiapan Asian Games 2018, dan keempat, harus dilihat sikon (situasi kondisi) persepakbolaan nasional," tutur Johan.

"Oleh karena itu, pada pertemuan kemarin dengan Wapres, Menpora dan Pak Agum, (SK pembekuan PSSI) bukan minta dicabut. Presiden perintahkan, lakukan kajian dalam waktu cepat, 1-2 hari harus ada. Bahasanya, dalam cepat kajian, beri alasan yang make


BERITA TERKAIT