Enam Anak Punk Diamankan karena Aniaya Temannya

  • 2017-12-12 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4589
Enam Anak Punk Diamankan karena Aniaya Temannya Enam orang anak jalanan, Punk yang ditangkap petugas setelah menganiaya temannya.

Keenam pelaku pengeroyokan yang diamankan dan korban pengeroyokan Andi Darussalam.

MALANG - Enam anak jalanan, komunitas  Punk, Selasa dini hari (12/12/2017) digiring polisi ke tahanan Mapolsek Kepanjen. Mereka ditangkap sesaat setelah melakukan pengeroyokan terhadap temannya, Andi Darussalam, 19, warga Desa Ngabar, Siman, Kabupaten Ponorogo. Kasusnya, korban dituduh meniduri kekasih salah satu tersangka.

"Mereka berenam kami tangkap di lokasi kejadian dibantu masyarakat sekitar. Keenamnya adalah anak jalanan atau punk," jelas Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.

Mereka yang kini ditahan itu adalah Coirul Anam, 21, M Bayu, 22, Sofi Bahtiar, 20, Wahyu Luki, 21 dan Alfata Maidatul, 21. Kelimanya adalah warga Kecamatan Siman, Ponorogo. Dan satu lagi adalah M Safii, 20, warga Trenggalek.

"Barang bukti yang kami amankan adalah potongan bambu yang digunakan para pelaku memukuli korban," ujar mantan Kapolsekta Lowokwaru ini.

Pengeroyokan ini terjadi di jalan Perum PNS Kanjuruhan, Jalibar Kepanjen. Peristiwanya sekitar pukul 23.30. Saat itu keenam pelaku bersama-sama mencari keberadaan korban di wilayah Kecamatan Kepanjen.

Mereka mencari korban, karena diajak Wahyu Luki, yang menyimpan dendam lantaran kekasihnya ditiduri oleh korban. Mendengar keluhan Wahyu Luki, teman-temannya ikut sakit hati, hingga sepakat mencari keberadaan korban.

Begitu ketemu di lokasi, tanpa banyak bicara, mereka mengeroyok korban dengan tangan kosong dan potongan bambu. Aksi pengeroyokan baru berhenti setelah warga datang melerai. Sebagian warga lainnya, melaporkan ke polisi.

Mendapat laporan, petugas segera datang ke lokasi. Selanjutnya bersama-sama dengan warga menangkap keenam pelaku, yang kemudian menggelandangnya ke Mapolsek Kepanjen.

"Kami hanya sebatas solidaritas saja. Mendengar teman sakit hati, kami juga ikut sakit hati. Makanya begitu diajak mencari Andi, kami hanya ikut-ikutan saja," ucap tersangka M Coirul Anam, yang diamini pelaku lainnya.(agp)

Berita Terkait

Baca Juga