Sediakan Dana Rp 2,5 Triliun bagi Pelaku Usaha Mikro | Berita Hari ini

Sediakan Dana Rp 2,5 Triliun bagi Pelaku Usaha Mikro

Sediakan Dana Rp 2,5 Triliun bagi Pelaku Usaha Mikro Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat blusukan di Pasar Besar Kota Malang. Foto bawah Menteri Keuangan berdialog dengan pedagang Pasar Besar, Kamis (4/1).

MALANG–Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah anggaran untuk program Pembiayaan Ultra Mikro (Umi). Jika tahun 2017 lalu Kemenkeu mengucurkan dana Rp 1,5 triliun, maka tahun ini tahun 2018 ini menjadi Rp 2,5 triliun. 

Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, di sela-sela kegiatan penyerahan Pembiayaan UMi kepada pelaku usaha mikro di Pasar Besar Malang. Kepada seluruh tamu undangan serta penerima pembiayaan, Sri Mulyani menguraikan Pembiayaan UMi ini mulai dirintis tahun 2017. Dimana program tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. 

”Dengan adanya tambahan dana dari pusat diharapkan pelaku usaha kecil tak bingung lagi masalah permodalan,’’ katanya. 

Sri Mulyani yang kemarin juga didapuk untuk menyerahkan secara simbolis kepada para penerima pembiayaan UMi juga mengatakan, program ini sangatlah menguntungkan bagi para pelaku usaha. Apalagi bunga untuk pembiayaan UMi sangat kecil. 

”Tahun 2017 merupakan periode piloting UMi, dengan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar dan sudah disalurkan kepada 307.302 debitur. Sedangkan tahun 2018 ini, kita mencoba untuk memperluas pembiayaan, targetnya ada 800 ribu nasabah UMi di seluruh Indonesia,’’ ungkapnya. 

Sri Mulyani juga memberikan pujian kepada KSPS BMT UGT Sidogiri, sebagai lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi. Koperasi ini tidak sekadar menyalurkan, namun juga memberikan fasilitas kemudahan kepada para nasabah dengan membebaskan biaya administrasi kepada nasabah UMi.

Selain itu, pihak koperasi juga memberikan asuransi jiwa kepada nasabah, serta bunga untuk nasabah UMi sangatlah kecil. Kemudahahan itu disampaikan secara langsung oleh Direktur KSPS BMT UGT Sidogiri, Ust H Abdur Rohim.

”Nasabah UMi yang mengajukan pembiayaan mendapatkan uang sesuai dengan yang diajukan, tak ada biaya administrasi. Kalau nasabah meninggal dunia, pembiayaan inipun langsung lunas,’’ katanya.

Abdur Rohim menyebutkan, tahun 2017 pihaknya menerima Rp 50 miliar untuk Pembiayaan Umi dan telah tersalurkan kepada nasabah. ”Di Malang Raya kami memiliki 16 kantor. Selama ini kami memberikan kemudahan kepada nasabah. Bahkan untuk setoran

Berita Terkait

Baca Juga