Sengketa Yayasan Membuat Pak Guru Ini Membacok Pengacara

  • 2018-01-05 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3961
Sengketa Yayasan Membuat Pak Guru Ini Membacok Pengacara Ketegangan saat salah seorang guru di SD Taman Harapan Berusaha membacok pengacara dari yayasan tandingan.

MALANG- Sengketa di tubuh Yayasan Taman Harapan masih panas. Sampai salah seorang guru SD Taman Harapan Jalan Aris Munandar Malang nekat. Dia membawa celurit ke halaman sekolah dan berusaha membacok Su’ud SH, pengacara dari kantor advokat Dr Solehoddin SH.

Beruntung, ayunan celurit itu berhasil dielakkan Su’ud. Sehingga tidak sampai melukai kuasa hukum dari yayasan tandingan itu.

Sementara anggota Polsekta Klojen yang berada di sekitar lokasi, segera merebut dan mengamankan senjata tajam ini. Su’ud pun segera melaporkan kejadian ini ke Mapolsekta Klojen.

“Saya sempat kaget melihat ada yang menodongkan dan mengayunkan celurit ke arah saya. Saya bisa mengelak sebelum senjata tajam itu langsung direbut oleh polisi,” kata Su’ud.

Dia didampingi Solehoddin melaporkan guru tersebut karena melakukan pengancaman dengan kekerasan.

Peristiwa ini, bersumber dari konflik dualisme Yayasan Taman Harapan pengurus lama Asmo Basuki menggugat yayasan pengurus Tjaturono di PTUN dan sampai saat ini masih dalam tahapan persidangan (replik) di Pengadilan Negeri Malang. Tapi, akhir tahun 2017, Tjaturono menunjuk Rudi Subandrio sebagai Kepala SD Taman Harapan.

Padahal, Kepala SD pengurus lama, masih dijabat Dewi Rendjani. Bahkan, ia  masih berkantor di SD tersebut. Sekelompok orang yang beberapa di antaranya adalah guru, mencoba memasukkan furnitur meja kursi ke ruangan yang ditempat kepala sekolah.

Dewi tentu saja kaget. Wanita ini lalu menghubungi Solehoddin untuk meminta bantuan. Ia berharap Solehoddin menjelaskan kepada kelompok orang tersebut, tentang tak boleh ada kebijakan dari kedua pengurus sebelum gugatan PTUN inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

“Saya, Bahrul Ulum dan Su’ud sebagai kuasa hukum yayasan Asmo datang dan menjelaskan tak boleh ada pelaksanaan kebijakan sampai kasusnya inkrah. Lalu, ada oknum guru yang mengambil celurit taman dan membacok pak Su’ud. Ini mengancam profesi lawyer,” papar Solehoddin.

Beruntung, anggota Polsekta Klojen dan anggota Koramil Klojen yang ada di lokasi meredam suasana panas di

Berita Terkait