Mengaku Anggota LSM Reclassering, Memeras dengan Menodongkan Pistol dan Memborgol Warga

  • 2018-01-09 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3434
Mengaku Anggota LSM Reclassering, Memeras dengan Menodongkan Pistol dan Memborgol Warga Petugas Polsek Bantur ketika menunjukkan sejumlah barang bukti yang dilakukan tersangka untuk pemerasan korbannya.

MALANG – Dua orang mengaku anggota LSM ditangkap polisi setelah bersikap arogan kepada warga, Selasa (9/1/2018). Yang dilakukan, memeras warga dengan menodongkan pistol dan bahkan sampai memukul. Mereka adalah Rahmad Sudibyo 36, warga Ngempit RT 04 RW 04 Tegalsari, Kepanjen dan Warno, 49, warga Bantur Timur RT 39 RW 09, Bantur, Kabupaten Malang


Polisi pun segera menjebloskan oknum yang beridentitas Presidium Pusat Reclassering Indonesia itu ke sel Polsek Bantur.

Menurut Kapolsek Bantur, AKP Yatmo, kasus ini sedang dalam pemeriksaannya. “Kita telah mengamankan dua pelaku dan barang bukti dan mencatat saksi-saksinya saat kejadian. Kami masih mendalami kasusnya,” kata Yatmo.


Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari sengketa antara korban Puji dengan orang-orang berpakaian LSM Reclassering Indonesia itu, setahun lalu.

Kejadian itu berlanjut hingga Selasa, (9/1/2018), sekitar pukul 09.45 WIB. Mobil Toyota Avanza warga Silver AE 1694 SS melintas di desa Wonorejo. Mobil ini, berhenti di depan rumah Puji. Dua orang yang mengaku anggota LSM keluar dari mobil dan menemui korban. Mereka bermaksud meminta uang sebesar Rp 100 juta kepada korban.

Tersangka Warno yang mengantongi identitas anggota biro investigasi, monitoring dan intelejen itu bahkan ngotot menggertak korban. Memaksa korban segera menyerahkan uang yang dimintanya.

Tak sampai di situ saja, korban diancam akan dibawa ke Polres Malang bila tak segera memberikan uangnya. Namun lantara korban tak kunjung memenuhi permintaan pelaku, oknum LSM ini makin murka.

Sudibyo dan Warno bersama-sama memegangi dan memborgol tangan Puji. Wajah Puji yang kesehariannya karyawan swasta ini, dipukuli kedua pelaku. Dengan sanga arogan, Sudibyo sampai mengeluarkan pistol, untuk menakuti korban.
Belakangan diketahui pistol ini ternyata air softgun.

Saat menodongkan pistol air softgun itu, Sudibyo sambil beretiak mengancam akan menembak korban. Keributan ini akhirnya menarik perhatian warga dan sebagian warga ada yang melapor ke Polsek.

Saat

Berita Terkait

Baca Juga