Tanah Bengkok Desa Pakiskembar 'Dijual' Warga Protes

  • 2018-01-09 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2784
Tanah Bengkok Desa Pakiskembar  'Dijual' Warga Protes Tanah Kas Desa Pakiskembang, Kabupaten Malang yang kini dipagar seng .(fino)

Area lahan Tanah Kas Desa (TKD) Pakiskembar yang disinyalir bermasalah. Oknum warga yang berupaya menurunkan banner penolakan (inset).

MALANG –Warga Desa Pakiskembar, Kabupaten Malang mempertanyakan alih fungsi dan ruilslag status Lahan Tanah Kas Desa seluas lima hektare yang tidak jelas. Lahan yang ada di pinggir Jalan Raya, Pakis, didengar mereka malah sudah bersertifikan orang lain tanpa ada tanah pengganti.

''Kami akan mengusut dan mempertanyakan ikhwal ini. Terlebih lagi separo dari lahan kas desa itu kami dengan sudar alih fungsi karena proses ruilslag (tukar bangun). Tapi kami tidak tahu menahu termasuk tanah penggantinya,'' tutur Wahyudi perwakilan warga Desa Pakiskembar, Selasa (9/1/2018).


Wahyudi yang akrab dipanggil Ambon ini, mengaku sementara ini proters warga juga sudah dilakukan. Yakni dengan memasang sejumlah baner bernada protes dan mempertanyakan akan status dan fungsi lahan kas desa itu.


Ada lima banner yang dipasang mereka di penjuru Pakis. Yakni, dua banner di lahan TKD Pakiskembar, dan masing-masing satu banner di depan kantor desa Pakiskembar, di depan Pasar Pakis serta di perempatan Dusun Tegalpasangan Pakiskembar.

''Kami lakukan ini agar praktik penjualan aset desa ini dihentikan. Tapi kalau tetap tidak diindahkan, kami akan menempuh jalur lebih jauh,'' katanya.

Ikhwal pemasangan banner menolak alih fungsi tanah kas desa itu, akhirnya masuk ke ranah hukum. Warga yang mengatasnamakan kelompok 10 bahkan telah melaporkan oknum bernama Sukari dan Ferri Effendi ke polisi karena berusaha mencopot banner itu.

“Tapi oleh petugas Polsek Pakis, kami diarahkan untuk melapor ke Polres Malang,” tambah Ambon.

Pelaporan warga itu setelah mengetahui dua oknum itu berusaha melepas banner yang dipasang warga sejak 24 Oktober  dan 18 Desember 2017. Saat itu warga mengetahui dan mensomasi kedua orang itu agar segera meminta maaf. Karena tak kunjung direspon mereka pun melapor ke polisi.


Informasi yang dihimpun, tanah kas

Berita Terkait