Perangi Plagiarisme dengan Sanksi yang Tegas

  • 2018-01-12 penulis : kerisdianto
  • Editor :Rista
  • dibaca :4254
Perangi Plagiarisme dengan Sanksi yang Tegas

referensi disingkat menjadi paraphrase atau menggunkan bahasa mereka sendiri. Jadi saat di masuk program tidak terdeteksi. Kecuali untuk kutipan penting,” terangnya.

Diungkapkan lebih lanjut, untuk kesamaan yang ditolerir oleh UM sebesar 20 persen kebawah. Baik untuk dosen dan mahasiswa dengan harapan karya yang mereka ciptakan memang orisinil dan berkualitas. Selain itu, hasil dari karya yang mereka kerjakan, baik buruknya juga akan berdampak pada lembaga pendidikan.

Saat melakukan penelitian, per 4 Januari 2018 semua mahasiswa S1 yang akan ujian sudah harus menunjukkan artikel yang telah lolos plagiasi. Untuk S2 harus ada Letter of Acceptance (LoA), sedang untuk S3 harus dimuat di jurnal internasional bereputasi scopus dan mendapat Letter of Acceptance (LoA) bernilai Q4.

“Agar mahasiswa dan dosen tidak melakukan plagiasi, UM juga melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan membuat kebijakan dengan  memberikan pendanaan pada dosen dan mahasiswa untuk penelitian kepada masyarakat. Termasuk konferensi internasional,” beber Wakil Rektor 1 UM ini.

Setiap penelitian yang telah di daftarkan dan diajukan pada tahun 2018 dan berhasil lolos akan didanai setiap penelitannya sebesar Rp 50-100 juta. Selain itu, dari hasil penelitian yang berhasil lolos di jurnal internasional dan rosidink akan diberikan reward.

Untuk karya yang bernilai Q1 senilai RP 15 juta, Q2 mendapat Rp12 juta, Q3 bernilai Rp 10 juta dan Q4 akan mendapat reward sebesar Rp 8 juta. Sedang yang terindeks scopus akan mendapatkan reward sebesar Rp 6 juta.

“Dari reward tersebut, tentunya mereka akan mengerjakan penelitian dengan sebaik mungkin untuk menghindari adanya plagiasi. Karena jika mereka ketahuan melakukan plagiasi pertama kita akan memberikan teguran, surat peringatan, pencabutan artikel, dan pembatalan publikasi. Bagi dosen, paling berat mereka tidak akan bisa meraih gelar doctor,” tegasnya. (eri/oci)

Berita Terkait