Persela Tanpa Beban di Piala Presiden

  • 2018-01-13 penulis : Buari
  • Editor :Rista
  • dibaca :2256
Persela Tanpa Beban di Piala Presiden Pelatih Persela Lamongan Aji Santoso saat brifing dengan skuatnya.(istimewa)

LAMONGAN-Persela Lamongan yang berada di grup berat di laga Piala Presiden 2018 merasa tanpa beban. Laskar Joko Tingkir berada di Grup C, satu grup dengan tuan rumah Arema FC, Bhayangkara FC, dan klub promosi di Liga 1 2018, PSIS Semarang merasa akan tanding tanpa beban.

Meski di mata Persela, tuan rumah Arema FC yang dianggap bakal menjadi lawan terberat di grup ini, anak asuhan Aji Santoso ini merasa  senang saja menghadapinya.

"Siapa yang tidak tahu Arema. Mereka selalu dihuni pemain bintang di setiap lininya. Kami sangat respek pada Arema," ujar Ragil Sudirman, asisten pelatih Persela.

Persela memiliki rekor buruk jika bentrok melawan tim berjulukan Singo Edan itu, lebih-lebih jika bertanding di hadapan publik Malang dan Aremania.

Dari empat pertemuan terakhir di Malang maupun di Lamongan pada Liga 1 2017 dan Torabika Soccer Championship 2016, Persela hanya menang sekali, dengan skor 4-0, saat menjamu Arema di Lamongan dengan pada 21 Mei 2017.

Selebihnya, tiga kali tumbang. Untuk dua calon lawan lainnya, Bhayangkara FC dan PSIS, Ragil juga memprediksi laga bakal berjalan ketat. Ia menilai peluang untuk memenangi pertandingan itu 50-50.

"Bhayangkara FC juara Liga 1 musim lalu. Meski mereka melakukan perombakan besar pada materi pemain, saya yakin Bhayangkara FC masih cukup kuat. Sedangkan PSIS hanya statusnya debutan, tapi saya sebetulnya mereka tim yang solid," sebut Ragil.

Meski begitu, Persela merasa sangat siap turun di Piala Presiden 2018. Pasalnya, tak hanya persiapan yang dilakukan sudah cukup lama, mereka juga sudah merasakan atmosfer turnamen setelah ambil bagian di Suramadu Super Cup.

Tim pelatih Persela sudah punya kerangka tim yang akan diturunkan selama Piala Presiden 2018. Tim besutan Aji Santoso juga sudah melakukan evaluasi. Dari situ pula mereka telah mengetahui kelebihan dan kelemahan tim maupun setiap individu pemainnya.

Itulah mengapa, meski masuk grup

Berita Terkait