Pemkot Malang segera Terapkan Denda Rp 50 Juta untuk Perokok di Tempat Terlarang

Pemkot Malang segera Terapkan Denda Rp 50 Juta untuk Perokok di Tempat Terlarang Selain tempat bermain anak,, sekolah dan rumah sakit, Alun-alun juga ditetapkan kawasan bebas rokok oleh Pemkot Malang,(ipunk)

Kawasan Alun Alun Kota Malang sudah dinyatakan sebagai kawasan terlarang bagi perokok. Jika melanggar, bakal dihukum.

MALANG-Jangan merokok sembarangan di Kota Malang. Mengapa?  Pemkot setempat kini telah menetapkan merokok ditempat larangan bakal didenda Rp 50 juta. Ancaman hukuman yang mengacu pada Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) inni segera diterapkan.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM mengatakan, selain denda Rp 50 juta, perokok yang melanggar perda bakal dikenai hukuman penjara tiga bulan.

Kawasan yang dinyatakan terlarang bagi perokok di antaranya sekolah dan lembaga pendidikan, tempat anak-anak bermain hingga tempat pelayanan kesehatan. Di antaranya rumah sakit dan puskesmas. Alun-alun juga masuk dalam kawasan larangan merokok.

Jumlah kawasan larangan merokok bakal bertambah. Sebab bisa saja peraturan wali kota (perwal) yang menjadi aturan teknis Perda KTR menambahkan jumlah tempat larangan bagi perokok.

Ancaman hukuman tak hanya bagi perokok saja, lembaga yang membiarkan perokok juga bakal ditindak tegas.  

Asih menjelaskan, sebelum perda tersebut diterapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada publik. Sehingga semua warga di Kota Malang mengetahui aturan dan sanksi yang bakal diterapkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Choeroel Anwar SP menambahkan bahwa selain kawasan-kawasan wajib yang sudah disebutkan, terdapat kawasan lain yang diatur secara khusus untuk KTR.

Kawasan seperti pasar, terminal, tempat ibadah, tempat kerja atau tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan selain yang wajib KTR, akan ditentukan dalam bentuk perwal.

 “Jadi nanti bisa saja terminal tidak dilarang merokok tetapi dibuatkan smoking area sendiri atau adanya rambu imbauan dan lain-lain. Teknisnya baru nanti dituang dalam perwal,” papar

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga