Desa Purwoasri Singosari Bebas Rumah Gedhek

Desa Purwoasri Singosari Bebas Rumah Gedhek Kades Faried Harja menyerahkan kunci rumah yang sudah direnovasi kepada warganya disaksikan aparat desa. (HARY SANTOSO/MALANGPOST

MALANG – Tahun 2018, desa Purwoasri kecamatan Singosari dipastikan sudah terbebas dari rumah gedhek (anyaman bambu).  Jika ini terwujud maka impian pola hidup sehat dan sejahtera, bisa dirasakan semua warga Purwoasri.

‘’Sekarang ini, di wilayah Purwoasri mungkin tersisa sekitar lima rumah gedhek saja,’’ kata Faried Harja, Kepala Desa Purwoasri disela-sela penyerahan kunci dua unit rumah di dusun Paserapan, Kamis siang.

Serah terima kunci dua rumah itu masing-masing milik Ibu Hendrik Yuniarti, warga RT 01/RW 04 Dusun Paserapan dan Ibu Sriamah, warga RT 03/RW 01 Dusun Gentong. Penyerahan kunci rumah hasil progam bedah rumah itu disaksikan langsung Sertu Dwi Prasetyo, Babinsa Purwoasri dan Aiptu Boy Surindra, Babinkamtibmas Purwoasri.

Diceritakan Faried, anggaran bedah rumah semuanya diperoleh dari APBD Kabupaten Malang. Setiap rumah diberi plafon sebesar Rp 10 juta. Atau total menjadi Rp 20 juta untuk dua rumah yang dibedah.

Secara teknis, anggaran Rp 10 juta per rumah itu sebetulnya tidak mencukupi. Tetapi, berkat partisipasi  dan gotong royong warga desa lainnya, kekurangan itu bukan menjadi hambatan. ‘’Setelah dikalkulasi, rata-rata per rumah minimal butuh Rp 15 juta. Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah bisa ditempati pemiliknya,’’ rinci Faried.

Tidak semua dusun di desa Purwoasri mendapatkan ‘jatah’ progam bedah rumah. Karena tidak semua dusun ada rumah yang masuk kategori progam bedah rumah. Misalnya, dusun Perumahan Singhasari Residence di wilayah RW 09.

‘’Sampai akhir tahun anggaran 2017, progam bedah rumah sudah menjamah 5 unit rumah warga. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun 2016 yang hanya 3 unit rumah. Sisa rumah gedhek di wilayah saya, maksimal tahun 2018 ini, sudah direnovasi semua,’’ ujar Faried.

Usia menerima kunci rumahnya, Sriamah tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Jika semula rumahnya kurang layak huni, kini dirinya bisa hidup dan usaha jualan lebih tenang. ‘’Seneng. Seneng pol. Omahe dadi apik,’’ ungkap

Berita Terkait

Baca Juga