Janda Cantik Pelaku Penipuan yang Sempat viral Tertangkap

  • 2018-01-18 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3097
Janda Cantik Pelaku Penipuan yang Sempat viral Tertangkap Tersangka N Zuhro R alias Ema, pelaku penipuan dengan modus penjualan motor yang sempat vira di media sosial dan tertangkap petugas Polres Malang.(agung)

MALANG–Seorang wanita yang diduga pelaku penipuan ditangkap Unit Reskrim Polres Malang. Dia adalah N Zuhro R alias Ema, 30, warga Desa Sisir, Kota Batu. Kasaus penipuan yang dilakukan janda cantik ini sebelumnya sempat viral di media sosial.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung membenarkan ikhwal penamgkapan Ema. Karyawan sebuah showroom jual beli motor di wilayah Kebonagung, Pakisaji, Kabupaten Malang ini diakuinya menjadi tersangka kasus penipuan saat bekerja di bagian penerimaan pembelian motor di tempatnya bekerja.

“Kami masih kembangkan perkaranya, apakah orang lain yang terlibat termasuk korban penipuannya yang lain. Tersangka kami jerat pasal 372 sub 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan,” jelasnya.

Informasi yang didapat, janda muda berparas cantik ini, ditangkap petugas di sebuah warung makan di wilayah Probolinggo. Ema selama ini dicari-cari banyak orang, karena kasus penipuan. Ada puluhan orang yang telah menjadi korbannya. Selain warga Kabupaten Malang, juga warga Kota Malang dan Kota Batu.

“Di sini (Polres Malang) ada dua LP (laporan polisi). Paling banyak korbannya ada di Kota Malang dan Kota Batu. Jika ditotal seluruhnya ada sekitar 70 orang lebih yang laporan karena menjadi korban tersangka,” ungkap salah satu penyidik Reskrim Polres Malang.

Ema sebelumnya bekerja sebagai sales showroom jual beli motor di Kebonagung, Pakisaji, Kabupaten Malang. Ia ditangkap terkait laporan korbannya Siti Masylakhah Fitriyah, warga Gondanglegi. Penipuannya terkait jual beli sepeda motor.

Kisahnya, 15 Mei 2017 lalu, korban datang ke showroom motor tempat Ema bekerja. Korban saat itu akan membeli motor Honda Scoopy. Saat datang korban ditemui Ema dan menawarkan motor Scoopy dengan harga murah, Rp 16 juta.

Korban pun diminta membayar uang muka (DP). Alasannya stok Scoopy sedang kosong dan untuk memblinyaharus inden. Korban pun setuju dan menyetor uang Rp 10 juta

Berita Terkait

Baca Juga