Remaja Ini Lecehkan Pancasila Lewat Status FB, Untungnya Pak Polisi Baik Hati | Berita Hari ini

Remaja Ini Lecehkan Pancasila Lewat Status FB, Untungnya Pak Polisi Baik Hati

  • 2018-01-22 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2666
Remaja Ini Lecehkan Pancasila Lewat Status FB, Untungnya Pak Polisi Baik Hati VAM, (paling kiri) remaja asal Kecamatan Kepanjen, usai menjalani pemeriksaan di UPPA Polres Malang. Di hadapan pelapor, perangkat desa dan penyidik VAM mengucapkan permintaan maaf, sekaligus membuat surat pernyataan tertulis.(agung)

MALANG – Jangan asal membuat status di akun facebook (FB), jika tidak ingin bermasalah dengan hukum. Kejadian yang menimpa remaja berinisial VAM, 14, asal Jalan Saudara, Desa Tegalsari, Kepanjen, Kabuaten Malang. Remaja ini, Senin (22/1/2018) diamankan Polres Malang karena status yang dibuatnya.

Pada hari Minggu lalu, lewat akun FB bernama Khenyott Dhellown, VAM membuat status yang dianggap melecehkan Pancasila. Bunyinya, ‘Hee rekk pancasila saiki onok seng anyar: 1. Kenalan disek, 2. Pacaran, 3. Sex, 4. Meteng, 5. Mbayii’. Karena statusnya tersebut, banyak membuat netizen geram.

Untung permasalahan ini tidak sampai berlanjut. Meski sempat menjalani pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, VAM tidak sampai diproses hukum. Pihak pelapor dan perangkat desa sudah bertemu, dan sepakat untuk tidak dilanjutkan.

Mengingat selain karena usianya masih di bawah umur, VAM juga tidak ada niatan untuk mencederai dasar negara. VAM juga telah membuat surat pernyataan tertulis permohonan maaf, serta berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

“Saya minta maaf dengan status di akun Facebook, yang dianggap melecehkan dasar negara. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” kata VAM, dengan wajah tertutup kerudung usai menjalani pemeriksaan.

Dalam surat pernyataan tertulis, VAM menjelaskan, dirinya memosting kata-kata tersebut pada Minggu 21 Januari lalu. Ia mengakui membuat status itu bersama dengan temannya bernama Paijo (nama julukan), di halaman Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Sementara itu, Axel Karisma, anggota Komunitas Arek Kepanjen merupakan pelapor dugaan kasus pelecehan Pancasila yang dilakukan oleh VAM.

“Saya melihat postingan VAM di media sosial pukul 13.30, yang membuat tulisan mengubah isi Pancasila,” ungkap warga Desa Kedungpedaringan, Kepanjen ini.

Temuannya itu, kemudian disampaikan pada grup komunitas Kepanjen. Selanjutnya agar permasalahannya tidak berlanjut, Axel bersama dengan teman sesame Komunitas Arek Kepanjen, mendatangi rumah VAM dengan diantarkan Prayit, Ketua RT04 setempat. Tetapi VAM tidak ada di rumah,

Berita Terkait

Baca Juga