Kuota 90 Persen Singkirkan Label Sekolah Favorit

Kuota 90 Persen Singkirkan Label Sekolah Favorit ilustrasi SMPN 6 Malang

menyerap sebanyak 25 persen siswa juga akan melewati proses perangkingan nilai akhir dari total tiga mapel yang diujikan. Sehingga secara tidak langsung penurunan input nilai dari siswa jalur wilayah tidak jauh.

"Karena dari kuota tahun lalu kita menerima pendaftar melebih kuota, hal itu juga akan membuat persaingan untuk zona wilayah juga sama ketatnya," papar perempuan ramah ini.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Malang, Drs. Burhanuddin, M.Pd juga memberikan pemaparan yang sama. Burhanuddin mengatakan, memang ada penurunan nilai rata-rata input siswa pada jalur wilayah. Namun dengan adanya penambahan kuota pada jalur tersebut, semua sekolah juga akan melakukan hal yang sama dari cara pengajaran.

"Jika memang nanti kuota jalur wilayah ditambah, setiap sekolah akan semakin optimal dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Terutama tenaga pendidik. Dengan begitu, apa yang diinginkan pemerintah pusat dengan adanya pemerataan kualitas pendidikan akan terlaksana dengan baik dan semua sekolah akan bersaing untuk menjadi yang terunggul," tutur Burhanuddin.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) ini menjelaskan lebih lanjut, misal penyerapan siswa melalui pembagian wilayah ditambah, secara tidak langsung calon siswa akan berpacu dari potensi yang dimilikinya. Dengan begitu perbedaan dari masing-masing siswa tidak akan menonjol. 

"Jadi dengan adanya penurunan input nilai siswa dari dua jalur tersebut bukanlah masalah. Tinggal bagimana setiap sekolah memiliki strategi khusus untuk mengangkat siswa dengan nilai di bawah rata-rata itu," pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait