Dubes RI Resmikan Persahabatan Uganda - Indonesia

  • 2018-02-05
  • Editor :husnun
  • dibaca :1491
Dubes RI Resmikan Persahabatan  Uganda - Indonesia Dubes RI untuk Uganda Soehardjono Sastromihardjo bersama para alumni perguruan tinggi Indonesia dari Uganda

 

Kampala - "Asosiasi Persahabatan Uganda - Indonesia yang dibentuk atas inisiatif para alumni berbagai universitas di Indonesia asal Uganda ini diharapkan dapat sebagai sarana memperkuat jalinan persaudaraan",demikian kata Soehardjono Sastromihardjo, Duta Besar RI untuk Uganda pada peluncuran UGINFA di Kampala Sabtu kemarin (3/2/2018).

Peresmian dihadiri oleh Deputi Perdana Menteri Uganda yang merangkap Menteri Urusan Komunitas Afrika Timur, Kirunda Kivejinja, alumni universitas di Indonesia asal Uganda dan para undangan serta diliput berbagai media setempat. Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 140 orang tersebut, Menteri Kirunda Kivejinja menceritakan sejarah dan inisiatifnya mengirimkan mahasiswa Uganda untuk belajar di Indonesia pada awal tahun 1990-an.

"Pada tahun 1992, dalam pertemuan saya dengan Menteri Luar Negeri RI (Menlu Ali Alatas) dan Menteri Pendidikan RI (MendikbudFuad Hassan) disepakati mengirimkan mahasiswa Uganda ke Indonesia untuk dididik sebagai tenaga pengajar", tuturKirunda Kivejinja.

Menteri Kivejinja mengungkapkan terkejut dan gembira ketika menerima undangan peresmian asosiasi UGINFA sekaligus dapat bertemu para alumni angkatan pertama yang diberangkatnya ke Indonesia puluhan tahun silam. "Setelah ditunggu sekian lama akhirnya asosiasi ini terbentuk juga. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali", ungkapnya sambil mengutip sebuah peri bahasa Indonesia.

 Menteri Kivejinja juga memanggilsatu per satu para alumni yang sekarang sudah bergelar doctor dan magister untuk memperkenalkan diri.

Menteri senior dalam jajaran kabinet Uganda ini lebih lanjut menceritakan perjuangan para tokoh yang berjuang merebut kemerdekaan. Diungkapkan tentang perjuangan penuh inspirasidari para tokoh kemerdekaan seperti Kwame Nkrumah (Ghana), Soekarno (Indonesia), Gamal Abdul Nasser (Mesir) dan Broz Tito (Yugoslavia).

Lebih lanjut, Menteri Kivejinja menceritakan tentang kunjungan pertamanya ke Indonesia tahun 1964 dan tahun 1992. Kunjungan ke Indonesia yang pertama dilaksanakan saat beliau masih menjadi mahasiswa di India dan kunjungan kedua dilaksanakan saat menjadi menteri dalam kabinet Uganda saat itu.

Dalam kesempatan lain, Mohamed Bogere, alumni Universitas Gadjah

Berita Terkait

Baca Juga