Terbukti, Balita Gracella 'Diculik; Ibunya, Babak Berikutnya Perebutan Hak Asuh

  • 2018-02-12 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2243
Terbukti, Balita Gracella 'Diculik; Ibunya, Babak Berikutnya Perebutan Hak Asuh Balita Gracella Narwastu Anwar kembali ke pangkuan Ayahnya setelah diambil sang ibu. Babak selanjutnya, perebutan hak asuh.(istimewa)

MALANG – Dugaan balita Gracella Narwastu Anwar, 3 tahun diculik ibunya terbukti. Satreskrim Polres Makota, berhasil mengungkap keberadaan putri Chairul Anwar alias Tembel, 50, warga Jalan Sidorahayu, Malang, Minggu malam (11/2/2018) segera mengamankannya.

“Setelah penyelidikan, tim Resmob yang kami terjunkan mampu melacak si anak. Hasil penyelidikan memastikan si anak dibawa oleh ibu kandungnya,” ungkap Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Senin (12/2/2018).

Tembel yang sebelumnya bebingunan mencari putri semata wayangnya itu pun segera dipertemukan dengan Gracella. Belum haru pun terjadi. Sementara Gracella pun nampak sesenggukan berada di gendongan ayahnya.

Pria yang juga mantan bakal calon wakil walikota Malang independen 2018 itu, bahkan sempat menangis. Tanpa kata-kata, Tembel sesenggukan dan mendekap putrinya.

Menurut Ambuka, yang membawa Gracella, tidak lain ibu kandungnya yakni Nimas Ayu Diatri, 34, warga desa Pojok Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Polisi sempat melakukan persuasi terhadap sang ibu balita ini. Hingga akhirnya  Nimas Ayu Diatri bersedia memulangkan Gracella ke pelukan sang ayah.

“Kami pertemukan anak Gracella dengan ayahnya jam 11 malam di Reskrim Polres Makota. (Yang datang ke Reskrim) pertama, ibunya dulu baru anaknya,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polres Makota, Iptu Sugeng Iryanto.

Tidak hanya itu saja, Tembel juga dipertemukan dengan istrinya di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Makota untuk mediasi. Namun Tembel menolak.


“Tidak, saya tidak mau mediasi. Saya tetap lanjut (memperkarakan),” ungkap Tembel kepada media siang tadi.

Tembel juga mengaku bersikukuh memperjuangkan hak asuh atas putrinya. Dia mempersiapkan pengacara demi merebut anaknya dari sang ibu Nimas Ayu.

Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengakui jika keduanya tidak bisa diberikan sarana mediasi.

“Keduanya sama-sama keras, sehingga tidak mau musyawarah. Seperti yang diungkap Kanit PPA, kedua pihak akan memakai pengacara

Berita Terkait

Baca Juga