Abu Tours akui Ada Masalah Teknis tapi Siap Berangkatkan Jamaah Umroh

Abu Tours akui Ada Masalah Teknis tapi Siap Berangkatkan Jamaah Umroh sejumlah jamaah umroh lewat biro perjalanan Abu Tours saat melaporkan ke polisi, Sabtu (17//2/2018).(ipunk)

MALANG-Person In Charge (PIC) Abu Tours Malang, Hj. Ida Mamba tak menyangkal jika pihaknya ada keterlambatan memberangkatkan calon jamaah umroh yang menggunakan jasanya. Keterlambatan itu karena adanya masalah teknis.

“Ada kendala teknis, terkait pembiayaan pajak dan sebagainya. Sehingga, membuat pemberangkatan sedikit tertunda. Bukan gagal berangkat lho,” katanya saat dikonfirmasi Malang Post (induk klikapa.com), Sabtu (17/2/2018) malam.

Ikhwal laporan belasan warga calon jemaah umroh yang melapor ke polisi, Ida menyebut ada miss komunikasi saja antara pihaknya dan jemaah itu.

Disebutkan mereka sebenarnya jamaah yang mendaftar paket promo pada bulan September 2017 lalu. Namun, pihaknya mengaku, pemberangkatan calon jamaah tersebut ada yang memilih pada bulan Januari 2018.

“Calon jamaah bisa memilih jadwal keberangkatan. Sekitar bulan Oktober hingga Desember 2017, kami ada pemberangkatan sekitar bulan Januari kemarin. Memang ada sedikit kendala untuk paket promo. Sementara untuk paket reguler, sudah kami berangkatkan sebanyak 390 orang,” beber dia.

Ida meluruskan, untuk pemberangkatan calon jamaah yang sudah terdaftar sekitar bulan Januari 2018 akan segera dilakukan penjadwalan keberangkatan pada Februari 2018.

“Tanggal 10 dan 13 Februari 2018 lalu sudah ada pemberangkatan. Untuk kloter berikutnya, memang belum terjadwal lagi bulan ini. Beberapa jamaah yang re-schedule pada bulan Januari 2018,  memang belum waktunya untuk berangkat,” ungkap dia.

Sejauh in, pihaknya masih mengupayakan penjadwalan keberangkatan untuk para jamaah tersebut. Pihaknya mengaku siap untuk memberangkatkan calon jamaah yang sudah mendaftar.

“Jamaah kami di Malang memang paling banyak. Sekitar 700 orang. Sekitar 200 orang sudah berangkat. Jamaah kami bulan ini berjumlah 50 orang, bulan Maret dan April sekitar hampir 200 orang. Kami bisa berangkatkan jamaah, tapi sabar dulu,” beber dia.

Pada kesempatan tersebut, selama Sembilan  tahun berjalan, baru kali ini pihaknya mengalami kendala teknis. Terkait penyelesaian pajak dan operasional pesawat, sehingga, membutuhkan biaya yang cukup besar dan juga pihaknya harus pandai

Berita Terkait