Dua Penadah Motor Hasil Curian Diringkus Pak Polisi

  • 2018-02-20 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1250
Dua Penadah Motor Hasil Curian Diringkus Pak Polisi Abdul Rofik (kiri) dan Kusnan, tersangka penadahan motor curian, yang diamankan Polsek Kepanjen.

MALANG – Dua orang penadah hasil pencurian kendaraan bermotor (curanmor), diringkus Polsek Kepanjen, Kabupaten Malang. Mereka adalah Abdul Rofik, 26, warga dusun Durenan RT 16 RW 05 Parangargo, Wagir dan Kusnan, 50, warga Dusun Pendem RT 25 RW 03 Tambaksari, Pakisaji.

Diperoleh keterangan terungkapnya kasus ini berawal dari laporan korbannya, Lugik, 38, warga Dusun Blobo RT 04 RW 02 Sukoharjo, Kepanjen. Saat itu, motornya ini, Motor Honda Grand 1997 N 5437 FS yang diparkir di pinggir sawah hilang.

Saat raib, motor itu ditinggal mengerjakan sawahnya. Merasa menjadi korban pencurian, Lugik melapor ke Polsek Kepanjen. Polisi pun segera melakukan penyelidikan.

Selang seminggu, polisi menerima informasih jika Abdul Rofik, hendak menjual motor yang diduga milik Lugik di kawasan Desa Bendo Pakisaji. Saat itu, Rofik ditangkap beserta barang bukti motor milik Lugik.

Setelah interogasi, polisi mendapatkan nama Kusnan. Rofik mengaku membeli motor Honda Grand ini dari Kusnan. Namun, dia membelinya tanpa surat-surat alias bodong. Petugas pun segera menangkap Kusnan. Berikut satu motor pretelan Yamaha Vega N 4031 FB.

“Pengakuan Kusnan, dia motor pretelan itu dibeli dari seseorang tidak dikenal yang kini menjadi DPO,” papar Kapolsek Kepanjen,Kompol Bindriyo.

Menurutnya transaksi Sulkan dengan DPO itu via Facebook, sementara serah terima motor dilakukan di Dawuhan Kepanjen. Kedua pelaku dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Saat ini polisi masih mendalami penyidikan untuk mengungkap pelaku utama yang menjadi DPO.(fin/jon)

Berita Terkait

Baca Juga