Hidup Ini Indah, Sikap Rakus Membuat Kenikmatan Hidup Rusak

Hidup Ini Indah, Sikap Rakus Membuat Kenikmatan Hidup Rusak

Robert juga asyik di bidang filsafat. Kami bisa diskusi filsafat berjam-jam dengan Robert.

Tidak ada sensitivitas tertentu dalam hubungan persahabatan kami. Misalnya di bidang agama. Robert adalah orang yang tidak beragama. Bisa menerima prinsip agama apa pun termasuk agama saya: Islam.

Bepergian dengan Robert juga hemat. Kami bisa bermalam satu kamar yang ranjangnya dua buah. Juga biasa mencuci pakaian dalam sendiri. Kami sama-sama membuat hidup ini simple. Tidak menuhankan gengsi. Kami suka menertawakan perilaku orang kaya, yang kaus kaki pun dilaundrykan di hotel.

Kami juga biasa cukur rambut di sebuah gang di Beijing atau Shanghai. Tidak harus di barber shopnya hotel bintang lima.

“Hidup ini indah,” ujar Robert. “Kalau kita bisa menikmatinya.”

Sikap rakuslah yang sering membuat kenikmatan hidup itu rusak.

(bersambung)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga