Mesin Pengering Terlalu Panas, Pabrik Pengolahan Kayu Terbakar Habis

  • 2018-02-27 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1491
Mesin Pengering Terlalu Panas, Pabrik Pengolahan Kayu Terbakar Habis Petugas Damkar yang berjuang memadamkan api di tengah areal baprik pengolahan kayu di Pakis, Kabupaten Malang.(guest)

MALANG – Kebakaran hebat terjadi di pabrik pengolahan kayu CV Mitrawarna Prima di Jalan Tegal Mapan 56, Pakisjajar Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (27/2/2018). Tidak ada korban jiwa, namun gudang penyimpanan alat pengering kayu serta tumpukan kayu, ludes terbakar.

Keterangan di lapangan, api itu diduga berasal dari dari mesin oven pengering kayu sengon. Namun polisi masih melakukan penyelidikan ikhwal ini.

Kebakaran ini cepat terjadi membesar lantaran banyak bahan yang mudah terbakar. Empat unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Malang dan Kota Malang, segera didatangkan dan hingga sore ini, petugas masih berjuang memadamkan api.


“Saat istirahat siang, tiba-tiba para pegawai pabrik ini berlarian keluar. Saya tanya kenapa, ternyata pabriknya kebakaran. Saya langsung menelpon petugas kepolisian dan Damkar untuk datang, sekaligus meminta pegawai menyelamatkan barang berharga,” kata Suwarno, Ketua RT 06 RW 3 Pakisjajar.

Sejumlah pegawai pabrik ini pun segera menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan. Sepeda motor dan mobil yang biasa terparkir di sekitar lokasi, dipindahkan menjauh dari pabrik.

Sedangkan api yang sangat cepat membesar, menghanguskan hampir semua gudang. Bahkan atap pabrik milik Sujarwo, 55, warga Permata Jingga itu, runtuh. Gedung yang menjadi tempat pengeringan kayu setelah pemotongan pun tak luput dari kebakaran ini.


Petugas Damkar sempat kesulitan memadamkan api, karena hempusan angin dan sulitnya mencari sumber air untuk pemadaman.


“Karena lokasinya di tempat terbuka, hembusan angin menjadikan api cepat besar dan sulit untuk dipadamkan. Selain itu, untuk masuk ke lokasi Damkar juga kesulitan,” kata .Kepala UPT PPBK Kabupaten Malang, Nurul Khusaeni.

Sementara itu Kapolsek Pakis, AKP Hartono, kasus ini masih dalam penyelidikan. Sedikitnya lima orang karyawan pabrik ini sedang dimintai keterangan.

Disebutkan petugas belum bisa menyentuh lokasi kebakaran. Nantikan setelah proses pendinginan petugas Damkar selesai, akan dilakukan identifikasi

Berita Terkait

Baca Juga