Kebakaran di PG Kebonagung Akibatkan Kerugian Rp 1,5 Miliar

  • 2018-03-03 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2058
Kebakaran di PG Kebonagung Akibatkan Kerugian Rp 1,5 Miliar Petugas Damkar saat berusaha memadamkan api yang membakar ruang pendingin air di PG Kebonagung.

MALANG – Kebakaran terjadi di Pabrik Gula Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat malam (3/3/2018). Akibat kebakaran yang tejadi di ruang alat pendingin air (Cooling Tower) itu, PG ini menderita kerugian rp 1,5 miliar.


Hingga Sabtu (4/3/2018) siang tadi, belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Dugaan sementara, karena akibat korsleting listrik. Polisi pun masih menunggu proses penyelidikan.

“Yang terbakar Cooling Tower. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 00.45. Untuk penyebabnya, sementara karena korsleting listrik,” ujar Kapolsek Pakisaji, AKP Novian Widyantoro.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.45. Ruang pendingin (Cooling Tower) yang berada di belakang gedung utama terbakar. Api diduga berasal dari konsleting listrik. Percikannya mengenai kayu, yang kemudian menimbulkan api dan membakar ruangan.

Karena di dalam ruang pendingin air tersebut banyak bahan yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membesar. Dalam hitungan menit, api langsung membakar seluruh ruangan. Mengetahui ada kebakaran, karyawan PG Kebonagung langsung menghubungi PMK Kabupaten Malang.

Lima unit mobil PMK langsung dikerahkan untuk memadamkan api. Tiga unit dari PMK Kabupaten Malang, sedangkan dua unit bantuan dari PMK Kota Malang.

Sekitar pukul 00.45 api baru berhasil dipadamkan. Namun ruang pendinginan sudah ludes terbakar. Padahal Cooling Tower yang terbakar itu adalah bangunan tambahan baru, untuk persiapan musim giling 2018.


Sementara, Kasi Umum PG Kebonagung, Agus Wahyudi, memastikan yang terbakar Cooling Tower atau ruang untuk pendinginan air.

“Itu bangunan tambahan baru dan masih dalam tahap perbaikan. Memang mudah terbakar, karena bahannya terbuat dari kayu ulin dan fiber,” jelas Agus.

Agus tidak menampik kerugian sekitar Rp 1,5 miliar.

“Kalau perhitungan kerugian yang tahu orang teknis. Informasinya memang sekitar itu (Rp 1,5 miliar),” katanya.(agp)

Berita Terkait

Baca Juga