Sopir Tanki Pertamina 'Kecing' Ditangkap Polisi | Berita Hari ini

Sopir Tanki Pertamina 'Kecing' Ditangkap Polisi

  • 2018-03-04 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3827
Sopir Tanki Pertamina 'Kecing' Ditangkap Polisi Di SPBU Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi inilah, sopir truk tangki BBM diamankan polisi.

MALANG – Satreskrim Polres Malang, mengamankan seorang sopir truk tangki Pertaminan, berinisial R, warga Sukun, Kota Malang Sabtu (3/3/2018) siang. Dia ditangkap di area SPBU Dusun Penjalinan, Gondanglegi Kulon, Gondanglegi Kabupten Malang. 

Sopir tanki ini diduga ‘kencing’ (mengeluarkan isi BBM tanpa izin) dari dalam tanki Pertaminan yang dikemudikannya.

“Benar mas, hari Sabtu, ada yang diamankan. Satu orang sopir truk Pertaminan,” kata salah satu petugas SPBU.

Petugas SPBU ini menyebut, mengetahui sendiri saat penangkapanya. Namun ia tidak tahu bagaimana kejadiannya hingga sopir itu ditangkap.

Yang pasti dilihatnya, setelah polisi menangkap sang sopir tanki Pertamina, petuas mengambil gambar lokasi kejadian. Malam harinya juga sempat ada petugas yang datang lagi.

Informasi di TKP, R ditangkap sekitar pukul 11.00. Sebelumnya, R datang ke SPBU itu sekitar pukul 10.00. Ia mengirim BBM jenis Pertamax dari Depo Pertaminan Malang.

Pengiriman BBM sesuai dengan permintaan dan lokasi tujuan. Setiba di SPBU tujuann, R membongkar muatannya, dipindahkan ke tandon SPBU. 


Setelahnya, dimungkinkan masih ada sisa di BBM dalam tangki, R membersihkan lagi (ditap) ke dalam jirigen. BBM sisa tersebut, akan dijual lagi.

Bersamaan saat mengetap sisa BBM itu, petugas Satreskrim Polres Malang sedang patroli. Mencurigai bahwa R sedang ‘kencing’ BBM, petugas langsung mengamankannya. 


KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo, dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu. Sekarang kasusnya masih diselidiki dan didalami. Sebab dari hasil penyelidikan sementara, tidak ada pihak yang dirugikan atau menjadi korban.

“Kami masih menyelidiki. Sebab tidak ada yang dirugikan. Sopir itu mengirim BBM di SPBU sesuai ukuran dan permintaan. Yang ditap itu BBM yang tersisa, dan lokasinya masih berada di SPBU,” ungkap Rudi Kuswoyo.(agp) 
 

Berita Terkait

Baca Juga