Murid Penganiaya Gurunya sampai Tewas Diganjar Enam Tahun Penjara

  • 2018-03-06
  • dibaca :1707
Murid Penganiaya Gurunya sampai Tewas Diganjar Enam Tahun Penjara Moh Halili siswa penganiaya gurunya hingga tewas diganjar enam tahun penjara oleh majelis hakin di Pengdilan Negeri Sampang.(dok.berita jatim)

SAMPANG- Pengadilan Negeri Sampang, memvonis bersalah Moh Halili, siswa SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, terdakwa kasus pembunuhan kepada gurunya Ahmad Budi Cahyanto, dengan hukuman 6 tahun kurungan penjara, Selasa (6/3/2018).

Halili dinyatakan bersalah karena telah melakukan penganiayaan kepada gurunya hingga menyebabkan kematian.

"Menyatakan terdakwa Moh Halili terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap orang lain," kata Purnama, hakim ketua yang menangani kasus itu saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Sampang.

Majelis Hakim menyatakan Halili terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan dan melanggar pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan. Putusan majelis hakim ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Halili, hukuman 7 tahun 5 bulan penjara.

Halili akan menjalani hukuman di Lapas Anak Blitar, Jawa Timur. Penasehat hukum terdakwa, Hafid Syafii, menyatakan pikir-pikir atas vonis itu.

"Kami sebagai tim kuasa hukum Halili masih belum mengambil sikap dan akan pikir-pikir dalam seminggu ini," katanya.

Penganiayaan berujung maut terhadap guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura Ahmad Budi Thajyanto itu yang dilakukan Halili pada 1 Februari 2018, sekitar pukul 13.00 WIB. Korban guru seni rupa mengisi pelajaran melukis di halaman luar depan kelas XII.

Saat kegiatan belajar berlangsung, pelaku tak menggubris dan menggangu teman lainnya. Korban menegur pelaku agar mengerjakan tugas seperti temannya yang lain. Namun teguran itu tetap tidak dihiraukan pelaku. Korban kemudian menggoreskan cat ke pipi pelaku.

Pelaku tidak terima dan mengeluarkan kalimat tidak sopan. Karena tidak sopan, korban memukul pelaku dengan kertas absen. Pukulan itu ditangkis pelaku dan langsung menghantam mengenai pelipis kanan korban. Akibatnya, korban tersungkur ke tanah dan berusaha dilerai siswa lain.

Setiba di rumah, korban langsung istirahat karena mengeluh pusing dan sakit kepala. Sekitar pukul 15.00, korban dibawa ke Puskesmas Jrengik, Kabupaten Sampang. Karena pihak

Berita Terkait

Baca Juga