Kadisdik Kabupaten Copot Jabatan Kasek yang Cabuli Muridnya

  • 2018-03-09 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4038
Kadisdik Kabupaten Copot  Jabatan Kasek yang Cabuli Muridnya Kepala Sekolah SMP Kromengan, Krisyanto Latif ketika diperiksa di UPPA di Polres Malang.(firman)

MALANG – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, M. Hidayat bertindak cepat dalam kasus dugaan pencabulan terhadap enam orang murid di SMPN Kromengan. Oknum kepala sekolah (Kasek) yang diduga pelakunya, Senin (11/3/2018) akan dinonaktifkan.


“Mulai Senin lusa nanti, dia (Krisyanto Latif) akan kami nonaktifkan sebagai Kasek. Ada Plt (pelaksana teknis), yang kami tunjuk untuk menggantikannya,” kata Hidayat, Jumat (9/3/2018).


Krisyanto Latif, dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kasek SMPN Kromengan, menyusul penetapannya tersangka oleh Satreskrim Polres Malang. Pria berusia 56 tahun itu, kini telah menjadi tahanan Polres Malang. Ia dianggap terbukti melakukan pencabulan terhadap enam siswinya.

Meski begitu, kata Hidayat, Dinas Pendidikan dan PGRI Kabupaten Malang, tetap memberikan pendampingan advokasi kepada tersangka Krisyanto Latif dalam menghadapi pidananya. Alasannya, karena institusinya masih mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Tidak ada salahnya kan, jika kami memberikan pendampingan advokasi. Apalagi, yang bersangkutan juga bersumpah tidak pernah melakukan pencabulan. Karenanya, kami masih mengedepankan asas praduga tak bersalah,” jelas Dayat, sapaat akrab Hidayat.

Ditambahkan, Pak guru yang tinggal Perum Turen Permai itu saat ini statusnya menjabat sebagai Kepala SMP di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sebelumnya dia menjadi Plt di SMP Kromengan. Hanya tiga bulan saja menjadi Plt, kemudian diangkat menjadi Kasek di SMP Sumbermanjing Wetan.

Sementara dari pemeriksaan di polisi, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, menyebut belum ada saksi baru ataupun korban tambahan. Korban pelecehan seksual tersangka masih tetap enam orang.

“Kami masih terus mendalami perkaranya. Korban juga tetap enam orang tidak bertambah. Sedangkan tersangka, tetap tidak mengakui perbuatannya,” tutur Adrian Wimbarda.

Pak Kasek Krisyanto Latif, Rabu (7/3/2018) dibekuk Tim Buser Polres Malang di rumahnya. Penangkapannya sehari setelah Polres Malang menerima laporan pencabulan dari enam siswi SMP di Kecamatan Kromengan. Meski sudah ada bukti, namun tersangka tidak mengakui perbuatan asusila itu.(agp)

Berita Terkait