Ratusan Customer melaporkan PT Sipoa Legacy Land ke Polda Jatim | Berita Hari ini

Ratusan Customer melaporkan PT Sipoa Legacy Land ke Polda Jatim

Ratusan Customer  melaporkan PT Sipoa Legacy Land ke Polda Jatim ilustrasi pembangunan apartemen.(dok.bisnis indonesia)

SURABAYA-Perwakilan 251 warga dari berbagai tempat yang tinggal di Surabaya dan Sidoarjo, melaporkan PT Sipoa Legacy Land ke Polda Jatim, Sabtu (10/3/2018) sore. Mereka yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), melapor karena hanya diberi cek kosong dari PT Sipoa Legacy Land sebagai pengembalian dari penjualan properti.

"Laporan ini tidak penipuan saja, tetapi juga ada dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," kata Masbuhin kuasa hukum para korban pembelian properti.

Advokat dan Consultant Hukum dari kantor hukum Masbuhin and Partners (Masbuhin, Firman Wahyudien, Kuswandi dan Muadim Bisri) menyatakan siap mendampingi klien sejak kasus ini bergulir. Kurang Iebih 251 orang yang tergabung dalam PCS mendukung langkah tersebut.

Apalagi para customer selama membeli properti kepada pengembang Sipoa Group, tidak segera terbangun. Dari situlah customer meminta uangnya kembali dan diberikan cek.

"Ternyata lembar cek pengembalian dari Sipoa kosong. Dari sini ratusan orang tertipu jadi harus dilaporkan," lanjut Masbuhin.

Korban yang melapor ini adalah kelompok kedua, tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa. Sebelumnya, pada Desember 2017, sekira seratus korban tergabung dalam Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa atau P2S juga melaporkan Sipoa Group ke Polda Jatim. Belum diketahui pasti tindaklanjut kasus itu.

Dia menjelaskan, pengembang yang dilaporkan itu berdiri dalam bendera PT Sipoa Legacy Land, membawahi sebelas perusahaan dengan 18 proyek properti. Properti yang ditawarkan kepada korban berupa hunian murah, seperti Royal Avatar dan Royal Mutiara Residence. Lokasinya di Tambak Oso, Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Korban yang ditangani Masbuhin kebanyakan mendaftar ke Sipoa sejak 2015 untuk unit apartemen senilai Rp200 jutaan. Uang muka Rp15 juta dicicil 30 bulan, begitu pula dengan pembayaran pokoknya juga dicicil langsung ke pengembang, bukan melalui KPR. Sipoa berjanji untuk serah terima unit pada 2019.

Korban mulai resah setelah lahan yang dijanjikan sebagai lokasi hunian hingga sekarang masih berupa lahan kosong. Tidak ada

Berita Terkait

Baca Juga