Ratusan Ribu Warga Malang Tak Penuhi Syarat Memilih

Ratusan Ribu Warga Malang Tak Penuhi Syarat Memilih ilustrasi pilkada

MALANG- Setidaknya 100.269 warga Kota Malang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai pemilih dalam Pilkada Kota Malang tahun ini. Hal ini didasarkan pada rekap data  KPU Kota Malang. 

Komisioner KPU Kota Malang Deny R Bahtiar menjelaskan angka tersebut didapatkan dari pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang berakhir 18 Februari lalu. 

Dari data itu, di Kecamatan Kedungkandang penyumbang TMS terbanyak. Yakni 
sebanyak 24.326 warga yang tak bisa memilih.
 
Kecamatan Blimbing di posisi kedua atau 23.649 warga TMS. Disusul Kecamatan Sukun 22.738 orang, Kecamatan Lowokwaru 16.323, dan Kecamatan Klojen sebanyak 13.233 orang yang tak bisa memilih.

Terungkapnya TMS ini, kata Deny, merupakan hasil pemutakhirnya data dari kombinasi Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden 2014. 

Dari kombinasi dua data itulah tersedia data pemilih. Dari jumlah data pemilih tersebut kemudian petugas memutakhirkan data. Karenanya, kata Deny, tidak aneh ada penambahan atau pengurangan data, termasuk data pemilih kelompok TMS.

Pemilih yang masuk dalam kategori TMS, lanjutnya, terdiri atas 10 kategori. Yakni meninggal dunia, data ganda, usia kurang dari 17 tahun, pindah domisili, tidak dikenal, TNI, Polri, hilang ingatan, hak pilih dicabut berdasarkan keputusan pengadilan, dan non penduduk.

Dari ribuan pemilih TMS di Kota Malang, kategori terbanyak adalah tidak dikenal dalam data kependudukan maupun secara faktual, non penduduk dan pindah domisili.

"Kategori yang lain juga ada, seperti hilang ingatan, TNI, Polri juga serta meninggal dunia," paparnya.

Data pemilih TMS itu tentunya tidak bisa dimasukkan dalam daftar pemilih tetap nantinya. Rekapitulasi DPHP tingkat kota akan digelar pada 15 Maret nanti. (ica/van)
 

Berita Terkait