Jack Dorsey: Centang Biru Bagi Seluruh User

Jack Dorsey: Centang Biru Bagi Seluruh User Jack Dorsey

JAKARTA-CEO Twitter Jack Dorsey mengungkapkan rencananya. Ia ingin semua pengguna Twitter bisa mendapatkan verifikasi akun yang ditandai dengan ikon centang biru. Keinginannya itu diungkap dalam siaran Periscope yang menurutnya bisa membantu kepercayaan orang-orang ketika menggunakan platform-nya dan menunjukkan siapa jati diri mereka.

"Niatnya adalah untuk memberikan verifikasi kepada semua orang secara berskala di mana kami tidak melakukannya saat ini. Dan orang-orang bisa memverifikasi lebih lanjut soal dirinya, kami tidak perlu menjadi hakim atau menerapkan bias," ujar Dorsey, seperti dikutip dari CNBC, Minggu (11/3/2018). 

Ia sendiri sadar bahwa Twitter masih memiliki tugas yang harus diselesaikan seperti soal bot, penyalahgunaan, perundungan dan lain-lain. 

Logo akun terverifikasi pertama kali diperkenalkan Twitter pada 2009. Logo dengan centang biru itu memang tak diberikan kepada semua pengguna Twitter, melainkan untuk seseorang yang memiliki popularitas.

Meski telah diekspansi untuk kalangan tertentu seperti blogger maupun jurnalis, namun untuk mendapatkan centang biru di Twitter masih tergolong sulit bagi pengguna dengan jumlah pengikut yang sedikit. 
Adanya centang biru di Twitter pun tak lepas dari kontroversi.

Direktur Produk Twitter, David Gasca mengungkap logo tersebut kerap disalahartikan oleh orang-orang bahwa Twitter terafiliasi atau mendukung tokoh tertentu. 

"Mereka kira sebagai kredibilitas, seperti Twitter berada di pihak tertentu. Apa yang mereka katakan adalah tepat dan benar, di mana tak semua makna bisa diungkap melalui tanda centang. Sehingga itu menimbulkan kebingungan untuk alasan semacam itu," ujarnya.

Sementara itu, Dorsey sendiri menyayangkan adanya penyalahgunaan, pelecehan dan tersebarnya informasi palsu yang beredar, terlebih membuat perpecahan melalui Twitter.

"Kami tak merasa bangga bagaimana orang-orang bisa dengan cepatnya memanfaatkan layanan kami atau ketidakmampuan kami dalam menangani hal itu secepatnya," ungkap Dorsey.(dtc/lim)

Berita Terkait