Tercemar, 19 Sungai di Kota Malang Berbahaya bagi Warga

Tercemar, 19 Sungai di Kota Malang Berbahaya bagi Warga Aliran Sungai Brantas di wilayah Kota Malang.(guest)

MALANG- Sungai-sungai di melintasi Kota Malang sudah tidak layak dimanfaatkan warganya. Tingkat pencemarannya sampai dalam kategori merah. Yang artinya kandungan zat berbahaya Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) sudah diambang kritis.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Drs Agoes Edy Poetranto, Selasa (13/3/2018).

Dijelaskan dari total 20 sungai di Kota Malang, hanya satu saja yang tergolong aman. Namun tidak disebutkan sungai apa yang aman itu.

Di kota Malang ada tiga sungai besar yang melewatai kota berpenduduk hampir satu juta jiwa ini. Yakni Sungai Brantas, Bango, Amprong dan Metro.

Sedangkan titik pantau sungai dengan kondisi pencemaran sedang dan berat, di antaranya Sungai Brantas (Hulu, Tengah, Hilir), Sungai Kasin, Sungai Mewek, Sungai Mewek-Kalisari-Bango, Sungai Amprong, Sungai Metro, Sungai Lahor dan Sungai Kasin.

“Sungainya yang masih jernih adalah Sungai Sumpil. Yang jelas hampir semua sungai yang mengalir di kawasan-kawasan Kota Malang sudah tercemar,” papar Agoes.

Lebih lanjut mantan Kasatpol PP Kota Malang ini mengatakan jika kategori merah pada sebuah sungai didapatkan dari hasil penelitian DLH Kota Malang. Yang dilakukan selama kurang lebih satu tahun lamanya di 20 titik sungai Kota Malang.

Penelitian tersebut dilakukan bagian laboratorium DLH Kota Malang dengan mengambil seluruh sample air sungai-sungai tersebut.

“Dari sanalah airnya diteliti dan diperiksa kandungannya. Dan hampir semua tergolong sudah tercemar karena mengandung zat-zat berbahaya tidak layak untuk dimanfaatkan warga,” tandasnya.

Pencemaran tersebut, lanjut Agoes berasal dari sampah, limbah rumah tanggap sampai sisa limbah dari perusahaan atau industri di Kota Malang.

Beberapa kawasan sungai yang mengalami pencemaran limbah industri di antaranya terdapat di kawasan Klojen dan Sukun. Agoes menjelaskan hal ini menandakan kawasan yang teraliri sungai sudah tercemar.

“Yang aliran sungai di bantaranpun santer pencemarannya. Kebanyakan dari sampah warga sekitar yang tinggal di kawasan bantaran. Seperti kawasan Muharto dan

Berita Terkait