Pencemaran Sungai Tinggi DLH Kerahkan Tim Pengawas Industri, Restoran dan Hotel

Pencemaran Sungai Tinggi DLH  Kerahkan Tim Pengawas Industri, Restoran dan Hotel Daerah aliran sungai (DAS) Brantas di Kota Malang yang dinyatakan berbahaya karena tingkat pencemaran air sudah di atas ambang batas.(guest)

MALANG-Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang segera melakukan tim pengawasan terpadu terkait tingkat pencemaran di seluruh sungai yang ada di kota ini.

Tim yang dibentuk melalui SK Wali Kota, melibatkan berbagai unsur, seperti Kepolisian, Kejaksaan, Satpol PP, LSM, dan banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

DLH Kota Malang yang melakukan pemantauan di sejumlah titik sungai menemukan 19 sungai di kota ini tercemar. Kadar BOD dan COD berada di zone merah sehingga berbahaya untuk masyarakat sekitar DAS (daerah alian sungai).

“Pengawasan akan lebih ketat, kita fokuskan pada pengelola industri di Kota Malang,” tegas Kadis LH Agoes Edy Poetranto.

Langkah awal itu dilakukan lantaran pelaku industri disebutkan sebelumnya sudah mengetahui peraturan yang ada. Sebelum mereka mendapatkan izin usaha, salah satu persyaratan adalah komitmen mereka tentang pengelolaan limbah industri.

Pelaku industri dilarang keras membuang limbah industri apapun ke sungai terlebih jika itu merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Selanjutnya penertiban IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mendata perusahaan mana-mana saja yang belum memiliki IPAL atau sudah ada tapi tidak melaporkan,” paparnya.

Selain itu, tim pengawas pun juga akan mulai mendata hotel-hotel maupun rumah makan yang ada di Kota Malang. Untuk mengetahui apakah perusahaan dan usaha tersebut sudah menjalankan sistem pengolahan limbah yang sesuai aturan. 

“Karena memang selama ini kita fokus ke industri rumah tangga ya. Yang hotel dan rumah makan masih belum. Kali ini akan kita awasi juga,” tegasnya. (ica/ary)
 

Berita Terkait