Arema Bahkan Ditinggal Gethuk

Arema Bahkan Ditinggal Gethuk Pelatih ARema FC Joko 'Gethuk' Susilo saat brifing di lapangan bersama skuatnya.

MALANG-Ketika tim Arema FC sedang bersemangat untuk menjalani Kompetisi Liga 1 musim ini, justru bakal ditinggal pelatihnya Joko 'Gethuk' Susilo.

Gethuk memang tidak hengkang,  Namun setidaknya hampir setahun secara berkala, pelatih asal Cepu itu akan tidak selalu bersama skuatnya. Ia harus mengikuti kursus lisensi AFC Pro di beberapa kota bahkan hingga ke Madrid, Spanyol.

Memang bukan Arema FC saja yang akan mengalami hal seperti itu. Setidaknya klub lain yang dilatih Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC), Widodo Cahyono Putro (Bali United), Aji Santoso (Persela Lamongan), Iwan Setiawan (Borneo FC), Rudy Eka Priyambada (PS TNI) Agus Yuwono.

Selain itu ada nama Mundari Karya, Mustaqim, Yunan Helmi, Ricky Nelson, Lestiadi, Tony Ho, Edward Tjong, Wolfgang Pical, Nil Maizar, Indra Sjafri  dan Hanafi yang juga secara berkala akan meninggalkan klub yang dilatihnya.

Gethuk pun sudah mendapatkan restu dari manajemen Arema. Terutama dari General Manager Ruddy Widodo. Sehingga dirinya berani memastikan akan ambil bagian dalam kursus yang mana pelatih mendapatkan undangan tersebut.

"Saya sudah berbicara dan izin manajemen. Manager sudah memberikan lampu hijau dan memberikan dukungan," katanya.

Coach Joko mengatakan, kursus tersebut sangat penting untuk karier kepelatihannya. Apalagi, beberapa tahun lagi, pelatih kepala di sepakbola Indonesia juga wajib memiliki lisensi AFC Pro.

"Ini merupakan kursus yang sangat penting juga untuk meningkatkan pengetahuan. Saya sudah mendaftar kursus ini dan semoga bisa berguna bagi semua, terutama bagi Arema," paparnya.

Menurut Arema tak risau dengan kemungkinan bahwa kursus tersebut akan mengganggu tugasnya sebagai nakhoda Arema. Dia memiliki keyakinan tinggi lantaran PSSI yang akan jadi pihak penyelenggara akan menyusul jadwal yang disesuaikan dengan kompetisi.

"Tentunya, PSSI sudah memikirkan bahwa jadwal ini tak berbenturan dengan jadwal kompetisi. Malahan, nanti kalau penyelenggara bukan dari PSSI di kursus selanjutnya, justru lebih sulit," jelas dia panjang lebar.

Rangkaian kursus akan berlangsung selama setahun. Rencananya,

Berita Terkait