Serba Gratis, Mahasiswa UMM Garap Film Cerita Pendek Jangan Golput

  • 2018-05-03 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1906
Serba Gratis, Mahasiswa UMM Garap Film Cerita Pendek Jangan Golput Syuting film pendek berjudul Pulang! Karya PH Slash Picture, di kawasan Kayutangan, Kota Malang. (ira rafika)

MALANG – Sosialisasi  Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tak hanya dilakukan pemerintah. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi,  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM melakukan sosialisasi Pilpres melalui film pendek yang berjudul ’Pulang!’.

Sedikitnya 21 mahasiswa tergabung dalam PH Slash Picture, mengajak masyarakat untuk mensukseskan pesta demokrasi dengan menyalurkan suaranya pada Pilpres 2019 mendatang. Filp pendek itu masih dalam proses pengerjaan.

”Sekarang masih proses pengambilan gambar. Doakan semuanya lancar, sehingga film pendek ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas,’’ kata sutradara film Pulang!, Tito Sauqi Ramadhan, Kamis (3/5).
 
Film yang bekerjasama dengan Malang Post ini, menceritakan kehidupan seorang mahasiswa bernama Nathan (Pratama Viadi) yang juga memiliki hobi fotografi. Dia hidup dengan sang ayah di sebuah rumah. Ia juga mengalami banyak pelajaran hidup sampai dia harus menggunakan hak suaranya untuk menentukan masa depan bangsa dalam Pilpres.

”Pesan dalam film ini adalah mensukseskan pesta demokrasi dan tidak menjadi Golput. Masyarakat yang sudah memiliki hak suara diharapkan menyalurkan suaranya, memilih calon sesuai hati nurani,’’ ungkapnya.

Dikatakan, film pendek ini akan tayang selama 2,5 menit. ”Pengambilan gambar dilakukan dua hari, sejak Rabu (2/5) dan hari ini.Setelah pengambilan gambar kemudian proses screening, dan editing,’’ terangnya.

Pengambilan gambar film pendek ini dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di Perumahan Permata Jingga, yang menjadi rumah Nathan, di Jalan Kayutangan, dan di Jalan Gatot Subroto. Tiga tempat ini sengaja dipilih karena menunjukkan identitas Kota Malang.  

”Pilihan kami mengambil gambar di kawasan Kayutangan ini sebagai identitas Kota Malang,’’ tambah Tito.

Sementara sang Produser film, Aldea Febrina Wiana mengaku tidak pembuatan film tidak banyak. Sejak awal syuting hingga selesai, perkirakan biaya produksinya hanya Rp 2 juta saja.

”Gak banyak kok, sekitar Rp 2 juta,’’ katanya.

Dea, panggilan akrabnya

Berita Terkait

Baca Juga