Sopir Truk Mengadu ke Presiden, Polisi Paling Banyak Pungli di Jalan

  • 2018-05-08
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2465
Sopir Truk Mengadu ke Presiden, Polisi Paling Banyak Pungli di Jalan Presiden Joko Widodo Menteri Perhubungan Budi Karya Soemadi dan Wakapolri Komjen Syahruddin saat menerima sopir truk Agus Yuda (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5). (dok.liputan6)

JAKARTA-Ada yang menarik dalam pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan para sopir truk di Istana negara, Selasa (8/5). Presiden menerima keluhan salah seorang sopir ikhwal pungutan liar dan preman di Jawa Timur.

Agus, salah satu daru para sopir yang datang atas undanan presiden itu mengadukan tentang yang dialami di lapangan. Masih ada saja pungutan liar dan praktik premanisme yang dilakukan aparat.

"Masih ada pungli dan premanisme," kata Agus Yuda, sopir truk yang mengaku dari daerah Sidoarjo ini.

Agus sebelumnya mengaku rela berjalan kaki selama 26 hari dari Mojokerto, Jawa Timur, menuju Jakarta untuk menemui Jokowi.

"Saya meninggalkan Mojokerto tanggal 8 April, masuk Jakarta tanggal 4 Mei," kata Agus kepada presiden di Istana Kepresidenan Jakarta.

Mengenakan batik warna merah, ia nampak antusias menyampaikan keluhkesahnya di jalanan kepada presiden. 

Pria yang mengemudikan truk dengan rute khusus kawasan Jawa Timur ini mengatakan, pelaku pungli tidak hanya dilakukan preman, namun juga ada yang berasal dari kepolisian dan dinas perhubungan. 

Akan tetapi yang lebih banyak meminta uang kepada pengemudi truk adalah oknum polisi.

"Anggota polisi paling banyak. Bisa sampai Rp 100 ribu sekali melintas," terangnya.

Agus berharap, Jokowi bisa membersihkan praktik premanisme dan pungli di jalanan agar pengemudi truk bisa bekerja dengan aman. 

Selama ini, mereka mengaku kebingungan menghadapi para preman dan anggota polisi yang melakukan pungli. Laporan yang disampaikan kepada Polsek maupun Polres setempat tidak pernah ditindaklanjuti.

"Intinya, kami semua angkutan barang, meminta kepada pemerintah, berikan rasa aman dan nyaman saat mendistrbusikan barang karena kami driver ini sebagai tulang punggung pemerintah, tanpa kami pendistribusian tidak sampai masyarakat," katanya antusias.

Para sopir truk ini diundang ke Istana untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo. Sebelum acara dialog itu dilakukan, para sopir ini juga dijamu makan bersama oleh presiden.(merdeka.com)
 

Berita Terkait