Jokowi Bereaksi Atas Keluhan Sopir Truk Soal Pungli dan Preman Polri Diminta Menangani

  • 2018-05-08
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1782
Jokowi Bereaksi Atas Keluhan Sopir Truk Soal Pungli dan Preman Polri Diminta Menangani Presiden Joko Widodo ketika bertemu dengan perwalikan para sopir truk se Indonesia di Instana Negara.(dok.cnn-indonesia)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) bereaksi cepat terhadap keluhan para sopir truk ikhwal pungli dan praktik premanisme di jalannya selama ini. Presiden pun meminta Wakapolri mencatat seluruh keluhan seperti titik-titik rawan yang disampaikan para sopir truk se Indonesia itu.


Para pengemudi truk yang berasal dari Serikat Pengemudi Truk Nusantara (SPTN), Persatuan Sopir Truk Indonesia (PSTI), Pick-up Indonesia, serta Solidaritas driver (Silinder), bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Selasa (8/5).


Mereka juga menjelaskan titik-titik rawan yang terjadinya praktik pungli dan preman itu. Mulai dari lintas Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. Dengan rici mereka menjelaskan kepada Jokowi dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin.


Beberapa titik rawan yang disebut itu seperti Marunda, Cakung-Cilincing, Cikampek-Cirebon, Samarinda-Balikpapan, Mesuji, lintas Jambi-Medan, Aceh-Medan, serta Pekanbaru Kandis-Palalawan Riau.


"Lewat warung saja harus bayar, kalau tidak kaca pecah, ranjau, ban disobek. Itu siang bolong pak," kata seorang pengemudi.


Mendengar hal itu, Jokowi langsung menyuruh Wakapolri mencatat seluruh keluhan seperti titik-titik rawan yang disampaikan tadi.

"Kalau seperti itu suka diminta bayar berapa?" tanya Presiden kepada pengemudi.

Mereka beramai-ramai menyebutkan nominal. Salah seorang dari mereka menuturkan jumlahnya selalu berubah tergantung keinginan preman.


"Variasi. Kalau ingatnya Rp 200 ribu ya Rp 200 ribu. Kalau Rp 2 juta ya Rp 2 juta," jawab mereka.


Jokowi pun langsung menggelengkan kepala ketika mendengar hal itu. Belum lagi selesai, para pengemudi menceritakan kisah cap-cap pengamanan yang diberikan preman kepada mereka.


Awalnya, Presiden menuturkan tak mengetahui mengenai cap pengawalan. Pengemudi memberi tahu cap itu kadang ditempel di badan truk atau berupa cat yang dioleskan di ban mobil mereka.


Cap berfungsi memberi tahu truk logistik itu di bawah perlindungan kelompok preman tertentu seperti PSDS, ADS, KR, SAPANTAU, APBK, AADL, Harimau Jalan, SDN, TRK, serta HCP.

"Saya kaget ternyata

Berita Terkait

Baca Juga