Inilah Tradisi Unik Jelang Ramadhan di Indonesia

  • 2018-05-11
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2175
Inilah Tradisi Unik Jelang Ramadhan di Indonesia Balinau, Tradisi jelang ramadhan masyarakat Sumatra Barat yang ramai-ramai membersihkan diri dengan mandi dengan sabun jeruk nipis.(ist)

Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Di Indonesia ada beberapa tradisi unik yang digelar umat muslim saat menyambut datangnya bulan penuh berkah tersebut. Berikut tradisi jelang Ramadan itu. 

1. Balimau
Tradisi adat ini biasanya digelar masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat  menjelang Ramadan. Tradisi Balimau itu mandi memakai jeruk nipis yang dilakukan di sungai atau tempat pemandian.

Memakai jeruk nipis juga tradisi dari beberapa abad silam. Di mana saat itu masyarakat belum mengenal sabun mandi sehingga digunakan sebagai pembersih. Maksud dari tradisi ini adalah membersihkan diri lahir batin sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

2. Dugderan

 

Tradisi dugderan merupakan khas masyarakat Semarang setiap kali menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad 19 yang lalu. Tradisi Dugderan kini menjadi seperti pesta rakyat yang sangat meriah. Ada Tari Japin, arak-arakan atau karnaval hingga tabuh bedug.

Selain itu, diramaikan juga dengan kehadiran maskot Dugderan bernama Warak Ngendog. Ini adalah maskot berupa kambing dengan kepala naga lengkap kulit bersisik dari kertas warna warni serta dilengkapi dengan telur rebus. Keberadaan telur rebus sebagai penanda bahwa binatang tersebut tengah bertelur.

3. Megengan


Setiap kali menjelang bulan Ramadan, masyarakat Jawa Timur menggelar Megengan. Tradisi ini biasanya makan bersama tetangga terdekat berupa kenduri. Makan bersama ini dilakukan di musala atau langgar.

Selain makan bersama, biasanya masyarakat juga membagi-bagi makanan ke sanak saudara dan kerabat. Ini merupakan ucapan syukur akan hadirnya bulan suci penuh berkah. Yang biasanya juga disertai makanan dari tepung beras yang bernama Apem.

4. Perlon unggahan


Tradisi ini adalah khas masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, menjelang bulan puasa. Tradisi juga sudah berlangsung sejak beberapa abad silam.

Pada tradisi ini biasanya masyarakat ziarah ke makam Bonokeling tanpa alas kaki sambil mengusung nasi ambeng. Pengikut

Berita Terkait

Baca Juga