Didenda hampir Setengah Miliar, Bos Persebaya Anggap Tidak Fair

  • 2018-05-11
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2570
Didenda hampir Setengah Miliar, Bos Persebaya Anggap Tidak Fair Presiden Klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda (kanan).(dok.merdeka.com)

SURABAYA-Disanksi PSSI hampir setengah miliar, Presiden Persebaya, Azrul Ananda menyesalkan sanksi berat komdis itu. Pasalnya, sanksi itu dianggap terlalu berat dan tidak fair bagi tim berjuluk Bajol Ijo itu.


Sanksi Komdis PSSI yang dijatuhkan kepada Persebaya itu saat tim asal kebanggaan warga Surabaya ini, totalnya mencari Rp 410 juta. Jumlah itu terakumulasi dari perilaku buruk suporter. Diantaranya lemparan botol oleh suporter, menyalakan carawat atau Flare, suporter masuk shuttleband dan insiden sengketa pemain yang berujung kartu merah.

 

Menurut Azrul, komisi disiplin PSSI seperti mengabaikan upaya yang dilakukan oleh panitia pelaksana dalam menggelar pertandingan tersebut. Padahal panpel telah melakukan banyak upaya untuk bisa memastikan pertandingan berjalan lancar dan aman.


"Kami memahami bahwa ada banyak kejadian dalam pertandingan melawan Arema. Tapi kami juga sudah melakukan begitu banyak upaya preventif dan pengamanan," kata anak Dahlan Iskan ini.


Bahkan mantan CEO Jawa Pos Grup ini mengklaim upaya yang dilakukan Panpel Persebaya jauh lebih baik dari tempat lain. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap siap membayar denda tersebut.


"Kami siap membayar denda. Tapi, dengan segala hormat, kami berharap dendanya bisa lebih fair," tegasnya.

 

Berita Terkait