Dikenal Anti Sosial Terduga Teroris yang Ditangkap di Perum Banjararum

Dikenal Anti Sosial Terduga Teroris yang Ditangkap di Perum Banjararum Kontrak di salah satu rumah di Perum Banjararum Asri, Singosari, Syamsul Arifin alias Abu dan istrinya dikenal anti sosial.(guest)

MALANG- Salah satu terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror di Malang, Syamsul Arifin alias Abu Umar dikenal tertutup oleh tetangganya. Abu Umar dan keluarganya disebutkan bahkan anti sosial meski tinggal di rumah kontrakan di Perumahan Banjararum Asri BB nomor 9 RT 15 RW 11, Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang, sudah dua bulan.

Menurut Fatmawati, salah seorang tetangganya, keluarga Abu Umar nyaris tak kenal warga. Tertutup dan antisosial.

“Biasanya kan kalau jadi penghuni baru, pasti mengenalkan dengan tetangga, ini kok enggak. Keluarga ini sudah dua bulan jadi tetangga di depan rumah saya. Tapi, sosialisasi saja gak pernah,” ujar wanita berusia 64 tahun ini.

Bahkan saat Fatmawati mencoba untuk menyapa Syamsul, satu ketika, tidak dianggapi. Saat, Fatmawati sedang menyapu di luar rumah. Syamsul saat itu mencabuti rumput di depan rumahnya. Fatmawati berusaha menyapa dengan mengulurkan tangan. Namun, Syamsul hanya melihat Fatmawati dengan tatapan aneh.

“Dia tidak menjawab apa-apa, lalu pergi masuk ke dalam rumah,” kenang Fatmawati.

Selama kontrak di rumah itu keluarga Syamsul juga jarang keluar rumah. Jika berbelanja sayur kepada tukang sayur yang lewat, istrinya juga tidak keluar. Biasanya teriak dari dalam rumah dan barang yang dibelinya diminta mengantar ke dalam rumah.

Syamsul Arifin alias Abu Umar dan istri Wahyu Mega Wijayanti dan satu orang anaknya, disergap Tim Densus 88, Selasa (15/5) dini hari.

Keterangan yang dihimpun, tiga orang tersebut ini kini diamankan oleh petugas kepolisian. Syamsul dan Wahyu diamankan dan dibawa ke Mako Brimob Ampeldento. Sedangkan, remaja putri penghuni rumah ini, dibawa petugas ke kantor polisi di kawasan Kabupaten Malang untuk diamankan.(ica)

Berita Terkait