Curhatan Putri Peracik Bom Jihat kepada Kapolri

  • 2018-05-16
  • Editor :junaedi
  • dibaca :6964
Curhatan Putri Peracik Bom Jihat kepada Kapolri Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi salah seorang anak korban bom di rusunawa Wonocolo, Sidoarjo (dok. Divisi Humas Polri)

SURABAYA-Salah satu putri yang selamat dalam ledakan bom rakitan di rumah susun sewa lantai 5 Blok B 2, Wonocolo, Sidoarjo, Jatim curhat kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian. Ia mengaku tak kuasa menolak ayahnya ketika diajak berjihat.

Curhatan salah satu putri pemilik bom yang meledak itu saat Tito mengunjunginya di salah satu tempat penampungan.

"Kegiatan ayahnya, Anton Febrianto, 47, sehari-hari menjadi penjual jam tangan online dan seringkali mendengarkan ceramah melalui internet," ujar Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal dalam keterangan tertulis, Selasa (15/5).

Ketiga anak yang kini menjadi yatim piatu itu adalah AR, 15, FPH,11, dan Hu, 11. FPH terluka di paha kiri belakang, sementara Hu terluka di hidung.

Dia juga bercerita bagaimana ayahnya itu kerap mengajaknya berjihad. Namun, berulang kali pula AR menolak ajakan tersebut.

"Alasannya tidak sesuai pemikirannya dan bertolak belakang dengan ajaran Islam," kata Iqbal menirukan AR.

Kepada Kapolri, AR juga membenarkan bahwa bom yang meledak tersebut adalah milik ayahnya dan dirakit sendiri. Ayahnya belajar merakit bom melalui internet.

"Awalnya dia (AR) tidak memahami bahwa yang dirakit oleh ayahnya itu adalah sebuah bom hingga menyebabkan terjadinya ledakan di kamar yang ditinggalinya bersama," kata Iqbal.

Ledakan bom di Rusun Wonocolo Blok B Lantai 5 itu terjadi pada Minggu malam, 13 Mei 2018. Polisi memastikan ledakan tersebut berkaitan dengan ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu pagi, 13 Mei 2018.

Tiga orang yang meninggal dalam persitiwa itu adalah Anton Febryanto, 47 sebagai kepala keluarga, Puspita Sari, (47, istri Anton, dan RAR, 17, anak.

Berita Terkait