Budi Satrio Dikenal Peracik Kimia dan Salah Satu Penyadang Dana Teroris

  • 2018-05-16
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1703
Budi Satrio Dikenal Peracik Kimia dan Salah Satu Penyadang Dana Teroris Rumah Budi Satrio di Perum Puri Maharani, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jatim.(dok.merdeka.com).

SURABAYA-Satu dari emat terduga teroris yang ditembak mati petugas pasca-serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan Polrestabes Surabaya, adalah Budi Satrio, 48. Dia tewas dalam penggerekan yang dilakukan tim Densus 88 Antiteror di Perum Puri Maharani, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur.


Peristiwa itu ternyata sangat mengejutkan warga di tempat tinggalnya. Terlebih, Budi yang selama ini dikenal warga memiliki keahlian meracik bahan kimia, juga ramah dengan warga di sekeliling lingkungannya tinggal..

"Beliau memang pintar kalau meracik bahan kimia," ucap Supardi, Ketua RT 13, RW 05 Perumahan Puri Maharani seperti ditulis merdeka.com, Rabu (16/5).

Tetangga pelaku teror itu, umumnya mengetahui jika Budi alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Ia juga dikenal sebagai peracik bahan kimia. Membuat sabuh dan pembersih lantai.

"Orangnya memang alumni ITS. Punya usaha sendiri di rumahnya semacam meracik bahan kimia dijadikan sabun dan pembersih lantai gitu," kata Supardi.

Menurut warga setempat, usaha itu dirintis sejak 2006 silam. Ia tidak memiliki karyawan, semua usaha itu dikerjakan sendiri.


"Setahu kami mulai memproduksi sampai menjual dilakukan sendiri, enggak ada karyawannya," ungkap dia.

Dalam kehidupan sehari-hari,  Budi dikenal tetangga sekitar berperilaku baik. Ia selalu meluangkan waktu bila ada kegiatan kerukunan warga dan ketika acara kegamaan di Mushola setempat.

"Orangnya baik, sama tetangga juga sopan," ungkap dia.


Beda Budi, beda istrinya, Wikoyah. Perempuan yang diketahui pegawai Kemenag Surabaya itu dikenal tetangga setempat jarang bersoasialisasi. Termasuk, ketika acara arisan RT setempat. "Enggak pernah keluar orangnya mas," kata Wiwit, tetangga setempat.

Hingga saat ini, tetangga setempat bertanya-tanya keberadaan Wikoyah, setelah pengerebekan Densus 88 Antiteror pada Senin (13/5) lalu terhadap Budi Satrio.


"Kalau waktu digerebek istrinya diantarkan kerja ke kantor. Kok sampai sekarang belum pulang," ucapnya sambil bertanya-tanya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror menggerebek rumah seorang terduga teroris Budi Satrio,

Berita Terkait