Diciduk Densus 88 tapi Diberi Makan Enak dan Dibelikan Kopi

  • 2018-05-17
  • Editor :junaedi
  • dibaca :8902
Diciduk Densus 88 tapi Diberi Makan Enak dan Dibelikan Kopi Deni (paling kiri) di rumah Jalan Lebak Rejo Utara VII setelah diciduk bersama kakaknya Boy oleh Densus 88.(dok.radar surabaya)

SURABAYA- Ini pengakuan salah seorang warga  Surabaya yang ikut diciduk Densus 88 Antiteror. Namun lantaran tidak terbukti, Deniar Faurizal, 28, Jalan Lebak Rejo Utara VII No. 47, Tambaksari, Surabaya, dilepas.

''Syukurlah, saya bukan orang yang ikut dicari. Selama saya ditangkap diperlakukan baik kok. Malah saya dikasih makan enak dan dibelikan kopi,”  kata Deni kepada media di rumahnya.

Di dampingi ayahnya M. Arwani,  Dani  mengaku mengetahui tidak terlibat dalam jaringan terorisme setelah ditanyai petugas. Ia pun lega setelah diberi surat pemberitahuan.

”Sesuai surat yang saya baca, saya dinyatakan tidak terlibat dalam aksi teror dan bukan termasuk orang yang dicari,” ceritanya.

Sedangkan kakaknya yang ditangkap bersamanya, ia mengaku tidak tahu. Sampai saat ini, kakaknya Boy Arfiansyah, 29,  tidak kunjung pulang.

Deni pun menceritakan kisah penangkapannya Senin (14/5) lalu sekitar pukul 13,00. Siang itu ia sedang bersama kakak dan ayahnya santai di rumah. Mendadak didatangi anggota Densus 88 bersenjata lengkap. 

Deni yang tinggal bersama keluarganya di gang sempit di kelurahan Gading, Tambaksari itu segera tegang.  Ia dan kakaknya ditodong senjata laras panjang petugas. ”Jangan bergerak kamu tiarap,” ucap Deni menirukan gertakan anggota satuan khusus.

Deni dan Boy mengikuti apa instruksi dari anggota Densus 88 tersebut. Kemudian mereka diborgol dan dibawa masuk ke dalam mobil. 

”Saya dimasukan mobil, berbeda dengan kakak saya dengan posisi mata disekap,” terang Deny yang masih shock.

Deni tak menduga jika ia akan di bawa ke Mapolda Jatim. dia tidak mengetahui keberadaan kakaknya meski sudah turun dari mobil dan penutup matanya dibuka. 

Ia pun bersyukur jika akhirnya bisa dipulangkan dan dinyatakan tidak terkait jaringan teror bom. ''Saya memang tidak tahu apa-apa kok,'' tuturnya.(radar surabaya)
 

Berita Terkait

Baca Juga