Terduga Teroris yang Tewas Di Sidoarjo, Kagetkan Tetangga, Sering Ikut Pengajian di Hari Minggu

  • 2018-05-17
  • Editor :junaedi
  • dibaca :5279
Terduga Teroris yang Tewas Di Sidoarjo, Kagetkan Tetangga, Sering Ikut Pengajian di Hari Minggu Terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 anti Teror di Sidoarjo Hari Sudarwanto (insert), dan rumahnya di Perumahan Green Village, Desa Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang.(guest)

MALANG-Tertembaknya Hari Sudarwanto, warga Perumahan Green Village, Desa Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang oleh Tim Densus 88 Anti Teror, membuat tetangganya terheran-heran.

Apalagi dalam peristiwa itu dikait-kaitkan dengan jaringan terorisme, yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Surabaya.

Padahal, pada saat peristiwa bom terjadi, Hadi begitu panggilan akrabnya, masih dilihat tetangganya di rumah. Memberi makanan sejumlah burung piaraannya.

Bahkan masih menerima kiriman makanan dari tetangganya yang syukuran menjelang ramadan.

Namun setelah itu, tetangg mengaku tidak mengetahui. Yang kemudian ada kabar tertembaknya pria kelahiran Malang, 1 Januari 1971  itu di Sidoarjo.

Hari Sudarwanto, 47, ditembak mati Densus 88 Antiteror di Jalan Avia, Komplek Perumahan AURI, Kelurahan Lemahputro, Sidoarjo, Rabu (16/5) malam. Di TKP ini pulisi juga menangkap pria berinisal W juga ditembak.

Luluk Indahyani, tetangga dekatnya mengatakan Hari orang yang baik. Hal yang sama juga terlihat di sosok Fitri Amin Sugesti, 50, istrinya. 

“Baik-baik semua. Makanya saya tidak percaya ketika dengar kabar pak Hari ditembak karena terlibat teroris,” ungkap wanita berusia 40 tahun itu.

Hari yang bekerja di sebuah percetakan, disebutkan keluarganya juga biasa dan tidak ada hal yang aneh. Pasangan suami istri dan keempat anaknya itu, malah sering berada di rumah. 

''Yang saya tahu setiap hari Minggu Pak Hari dan istrinya sering pergi naik motor. Katanya ikut pengajian. Kalau pergi begitu anaknya di rumah,” tambahnya.

Tinggal di kawasan perumahan itu sejak tahun 2000, Hari juga tidak pernah berbicara tentang ajaran agama yang radikal. Fitri juga aktif mengajar ngaji anak-anak warga di rumahnya.

“Tadi pagi, sempat ada temannya dari percetakan cari pak Hari,” tambah Luluk.

Selama ini Luluk dan adiknya yang tinggal bersebelahan dengan Hari, malah sering dititipi rumahnya jika pulang ke Sidoarjo.

“Istrinya kelahiran Blitar tapi orang tuanya tinggal di Sidoarjo,” paparnya. 

Sementara, Hari yang

Berita Terkait

Baca Juga