Trauma Dicap Teroris setelah Ditangkap Densus 88

Trauma Dicap Teroris setelah Ditangkap Densus 88 M Arifin di rumahnya yang nampak berantakan di Jalan Kapi Sraba, Sawojajar 2, mengaku trauma pascapenangkapan tim Densus terhadap dirinya.(firman)

MALANG-Diciduk Tim Densus 88 Anti Teror bagi, pasangan suami istri (pasutri) M Arifin dan Siti Rohaida sungguh menjadi pengalaman yang tak mengenakkan. Warga Jalan Kapi Sraba XI, Sawojajar 2, Kabupaten Malang ini merasa kehidupannya yang tenang menjadi sangat terusik.

Cap sebagai teroris kepada keluarga pria yang supel ini terlanjur membuatkan tak enak. 
Namun ia bersyukur setelah dilepas Tim Densus, karena tidak terbukti dalam kaitan aksi teror bom, warga di tempat tinggalnya bersimpati kepada dia dan istrinya.


Ketua RT 04, RW 16 Mangliawan, Asrizal Fahmi mengatakan, rencananya kegiatan untuk memberi penjelasan tentang peristiwa yang dialami M Arifin dan Siti Rohaida itu kepada warganya, hari Minggu (20/5). 

"Rencana ini memang inisiasi warga. Masih kita bicarakan lagi lebih matang kalau jadi dan siap semua perangkatnya kita akan adakan hari Minggu," kata Fahmi, sapaan Asrizal Fahmi, Kamis (17/5).
 
M Arifin dan Siti Rohaida, diamankan Polisi Senin (14/5) bersamaan operasi perburuan pelaku teroris di Sidoaarjo. Siti Rohaida diamankan hanya karena ia mengenakan cadar dan berada di lokasi rumah susun sewa, di Wonocolo tempat terjadinya bom. 

Setelah itu giliran Arifin yang dijemput di tempat kerjanya di Kantro Pos Besar Malang. Rumahnya pun digeledah. Sekitar 4 jam, mulai dari pukul 13.00-17.15 WIB penggeledahan di lakukan. 

Arifin pun dibawa ke Mako Brimob Detasemen B Pelopor Polda Jatim, Ampeldento, Pakis, Kabupaten Malang. Namun setelah diperiksa selama dua jam, dia dibebaskan. Sekitar pukul 21.00, dia dipulangkan. Setengah jam kemudian, garis polisi yang semula dipasang di rumahnya juga dilepas petugas.

Begitu juga dengan Ida sapaan akrab istrinya. Wanita yang biasa jualan telor asin itupun di bebaskan. 

Tapi, akibat peristiwa ini Arifin mengaku hidupnya sekarang dirundung stigma negatif. Ada cap terkait jaringan teroris. Meskipun keduanya sudah dinyatakan

Berita Terkait

Baca Juga