Mahasiswa UM Produksi Alat Perangkap Hama untuk Bawang Merah

  • 2018-05-23 penulis : Robby Wijaya
  • Editor :Rista
  • dibaca :2189
Mahasiswa UM Produksi Alat Perangkap Hama untuk Bawang Merah (dari Kiri-Kanan) Yusuf Mahesa, Bornea Fandri, Ni'matus Sholihah Robby Wijaya (Ketua Tim), dan Ekki Syahputra yang tergabung di dalam tim P-MOAT yang memperkenalkan alat perangkap hama ngengat (salah satu jenis serangga) buatannya. (Robby Wijaya)

MALANG-Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang berhasil menciptakan teknologi perangkap hama ngengat yang diberi nama P-MOAT (Portable Moth Atractor Technology). Ketua Tim, Robby Wijaya mengungkapkan terciptanya alat ini berawal dari permasalahan yang didapatkan dari studi lapangan pada salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur, yaitu Probolinggo.

Sepulang dari sana, Robby dkk mendapatkan permasalahan yang kemudian menjadi alasan terciptanya P-MOAT.

"kalau pada umumnya produk itu tercipta hanya lewat sebuah inovasi, beda halnya dengan P-MOAT yang tercipta karena ada sebuah permasalahan dan ingin menciptakan inovasi produk yang bermanfaat dan dapat diterima masyarakat," jelas Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif ini.

P-MOAT memang sengaja diciptakan sebagai perangkap hama ngengat pada bawang merah, lanjutnya, tapi tidak menutup kemungkikan bahwa produk ini nantinya akan melebarkan sayap merangkap hama ngengat disektor lain seperti padi, tembakau dan lainnya.

P-MOAT bukan alat perangkap hama bawang merah pertama kalinya yang diciptakan. Menurut Robby, sebelumnya petani telah memiliki alat serupa akan tetapi masih memiliki banyak kelemahan dan tingkat  efektifitas yang masih rendah.

"berdasarkan wawancara yang saya lakukan, petani itu menggunankan listrik PLN sehingga biaya operasional meningkat yang berdampak pada menurunnya pendapatan bersih. Selain itu, penggunaan air sebagai media penjebak juga kurang efektif karena masih besar kemungkinan hama yang tertangkap lepas," sambung ketu tim PKM Kewirausahaan ini.

Kelemahan-kelemahan itulah yang dijadikan oleh mahasiswa bimbingan Dr. Hj. Widiyanti M.Pd ini dimanfaatkan sebagai kelebihan dan akan diperkenalkan ke Petani Bawang seluruh Indonesia. Menggunakan lampu LED dan juga batrai sebagai sumber listrik membuat alat ini memiliki tingkat keamanan yang lebih baik terhadap petani.

Selain itu, menggunakan sistem Lampu Tabung Lem (LaTaLe) menjadikan produk ini memiliki tingkat efektifitas 40% lebih baik berdasarkan uji coba yang mereka lakukan.

Dalam waktu dekat ini, produk akan

Berita Terkait

Baca Juga