Pilrek UB, Prof Nuhfil 'Dimenangkan' Kemenristek Dikti

  • 2018-05-24 penulis : bagus
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3033
Pilrek UB, Prof Nuhfil 'Dimenangkan' Kemenristek Dikti Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, M.Si (tengah) dan Prof Dr Ir Mohammad Bisri M.Si (kanan) setelah dinyatakan menang dalam pemilihan rektor Universitas Brawijaya, (firman)

MALANG– Pemilihan rektor Universitas Brawijaya (UB) endingnya 'dimenangkan' Kemenristek Dikti dengan memilih Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS. Sedangkan incumbent Prof Dr Ir Mohammad Bisri M.Si harus rela tergeser meski mendapatkan suara cukup banyak.

Kasak-kusuk hasil ini menyeruak bahkan menjadi perbincangan dan diskusi oleh civitas akademika UB di luar gedung. 

Apalagi persaingan Bisri dan Nuhfil sangat ketat sejak proses penyaringan. Keduanya draw dengan mendapatkan skor sama, 77 suara. Bahkan, persaingan keduanya terjadi saat Pilrek sebelumnya yang memenangkan Bisri. Kala itu, Nuhfil hanya kalah dua suara.

“Sepertinya suara Menristek Dikti diberikan kepada Prof Nuhfil,” ucap civitas UB yang enggan disebut namanya.
 
Dalam penghitungan hasil Pilrek Rabu (23/5) kata sumber itu,  Bisri mendapat tambahan suara dari senat menjadi 93. Bila total senat yang hadir ada 167 orang, maka sebenarnya Bisri unggul dari Nuhfil yang memperoleh 69 suara.

Ada satu suara tidak sah dan calon lain Dr Ir Sjofjan M.Sc mendapat empat suara. Namun Nuhfil terselamatkan oleh pilihan Menristek Dikti yang diwakili Prof. Intan Ahmad, Ph.D.
 
“Nampaknya memang suara menteri hari ini (kemarin) benar-benar menjadi penentu,” ucapnya lagi.
  
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad, Ph.D yang mewakili Menristek Dikti di acara ini enggan berkomentar.

“Tentang suara 35 persen (hak suara Menristek, red) dikemanakan, itu menjadi rahasia. Tidak bisa saya sampaikan ke media,” ujarnya. 

Dia berharap, rektor baru bisa secepatnya dapat melaksanakan kerja sesuai dengan tupoksi, dan membawa UB menjadi lebih baik lagi. 

“PR besarnya adalah memproses guru besar. Semakin banyak guru besar dengan varian kelimuan yang beragam akan semakin meningkatkan mutu,” urainya. 
 

Berita Terkait

Baca Juga