Banyak Sekolah Tak Penuhui Kuwota 40 Persen, PPBD SMP Kota Malang Ditata Ulang

Banyak Sekolah Tak Penuhui Kuwota 40 Persen, PPBD SMP Kota Malang Ditata Ulang Suasana PPBD SMP Tahun 2017 lalu di Kota Malang.(ipunk)

MALANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) SMP jalur wilayah di Kota Malang akan diatur ulang. Itu lantaran pengalaman tahun lalu, banyak sekolah yang menerapkan wilayah kelurahan, akhirnya tidak mendapatkan murid untuk memenuhi target 40 persen.

“Penentuan jalur wilayah masih akan dibahas lagi kepastiannya bagaimana. Apakah tetap berdasarkan wilayah atau menggunakan radius,” kata Kepala SMPN 1 Malang, Dra. Lilik Ermawati, Kamis (24/5).

Menurut Lilik, di tempatnya pun saat itu tidak bisa terpenuhi targetnya lantaran di kelurahan Gadingkasri dan Oro-oro Dowo tidak banyak anak usia sekolah SMP. Penentuan wilayah ini juga tergolong sempit lantaran ada tiga sekolah yang saling berdekatan yakni SMPN 1, SMPN 8, dan SMPN 6 Malang.

Dari 40 persen yang terbagi menjadi 20 persen bagi siswa pra sejahtera tidak bisa dipenuhi sehingga harus menambah peserta didik dari jalur regular.

Dia menuturkan, bila mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), 90 persen sekolah wajib menerima siswa dari jalur wilayah, maka kemungkinan besar SMPN 1 Malang tidak mendapat murid. Ini karena kelurahan Oro-Oro Dowo dan Gadingkasri yang menjadi zona SMPN 1, tidak banyak memiliki siswa lulusan SD. Sedangkan sekolah menerima siswa baru antara 240 hingga 256 siswa saja.

Menurutnya, jalur wilayah 90 persen masih mungkin diperuntukkan warga di wilayah padat penduduk seperti kota-kota besar di Indonesia dengan wilayah yang sangat luas. Sedangkan di Kota Malang apabila diterapkan seperti itu akan berakibat adanya sekolah yang tidak mendapat murid. Tapi juga ada sekolah yang tidak mampu menampung karena wilayahnya banyak murid.

Sementara itu, SMPN 8 Malang tahun ini akan mengurangi jumlah ruang belajar karena ruang kegiatan belajar (RKB) tidak memenuhi syarat. Sehingga untuk regular hanya akan menerima tujuh kelas dengan masing-masing kelas 30 siswa, dan satu kelas Olahraga.

Dengan sistem jalur wilayah, SMPN 8 Malang tahun lalu menerima

Berita Terkait

Baca Juga